Narapidana di Lapas Kelas IIA Manado, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara rusuh dan membakar sejumlah fasilitas lapas. ANT/Adwit B Pramono
Narapidana di Lapas Kelas IIA Manado, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara rusuh dan membakar sejumlah fasilitas lapas. ANT/Adwit B Pramono

Penyebab Kerusuhan Lapas Manado Masih Diselidiki

Nasional kerusuhan penjara
Fachri Audhia Hafiez • 13 April 2020 08:58
Jakarta: Penyebab kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara, masih diselidiki. Otak kerusuhan bakal ditindak tegas.
 
"Ditjen PAS (Direktorat Jenderal Permasyarakatan) telah berkerja sama dengan Kantor Wilayah Sulawesi Utara, beserta kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan," kata pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Nugroho, Senin, 13 April 2020.
 
Nugroho mengatakan pihaknya membantuk Tim Tanggap Darurat Ditjen PAS untuk menangani kerusuhan Lapas Manado. Tim diketuai Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen PAS, Tejo Harwanto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim bakal melakukan langkah-langkah cepat, tepat, dan strategis dalam mengatasi dan menangani dampak kerusuhan di Lapas Manado. "Kami berupaya semaksimal mungkin agar Lapas Manado dapat segera beroperasional seperti sebelum terjadinya kerusuhan," ucap Nugroho.
 
(Baca: Lapas Manado dalam Pemulihan Usai Kerusuhan Napi)
 
Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen PAS, Tejo Harwanto, menyebut 18 narapidana inisiator kerusuhan diperiksa di Polda Sulawesi Utara. Mereka bakal dipindah ke Nusakambangan.
 
"Kesemuanya narapidana kasus narkoba. Mereka akan diperiksa dan diselidiki lebih lanjut," ujar Tejo.
 
Lapas Manado dirusak dan dibakar Sabtu, 11 April 2020. Sejumlah narapidana mengamuk dan membakar beberapa bangunan di dalam lapas tersebut.
 
Beberapa fasilitas Lapas yang dirusak dan terbakar di antaranya blok hunian narapidana, yakni Blok D, Blok E dan Blok F. Ketiga blok itu untuk tahanan dengan masa pengenalan lingkungan (Mapenaling), narapidana tindak pidana korupsi (Tipikor), narapidana narkoba, poliklinik, kantin dan bengkel kerja.
 
Sebanyak 137 napi yang huniannya rusak akibat terbakar dipindah ke lapas lain di wilayah Sulawesi Utara. Sebanyak 32 orang dipindahkan ke Lapas Bitung, 34 orang ke Lapas Tondano dan 30 orang ke Lapas Amurang. Sedangkan 41 orang ditempatkan di Polda Sulawesi Utara.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif