Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Antara/Sigid Kurniawan
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Antara/Sigid Kurniawan

Nurhadi dan Menantu Meraup Rp83 Miliar dari Korupsi Urus Perkara

Nasional mahkamah agung Kasus Suap kasus korupsi Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 22 Oktober 2020 15:16
Jakarta: Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, didakwa menerima suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di peradilan. Uang yang diraup dari kejahatan rasuah mencapai Rp83 miliar.
 
Nurhadi dan Rezky mendapat uang haram dari pengurusan tujuh perkara. Keduanya menerima Rp45,7 miliar dari suap dan Rp37,2 miliar berbentuk gratifikasi.
 
Dalam kasus suap, keduanya mengurus perkara PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Kemudian mengupayakan memenangkan perkara Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto melawan Azhar Umar hingga tingkat kasasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahwa penerimaan uang sejumlah Rp45.726.955.000 dari Hiendra Soenjoto bertentangan dengan kewajiban terdakwa I (Nurhadi)," kata jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Baca: Nurhadi Pakai Uang Suap untuk Liburan hingga Renovasi Rumah
 
Uang haram hasil suap digunakan Nurhadi dan Rezky untuk memenuhi kepentingan pribadi. Mulai dari membeli mobil, tas dan pakaian mewah, berlibur, membayar utang, hingga merenovasi rumah.
 
Pada kasus gratifikasi, Nurhadi dan Rezky didakwa tak hanya menjajakan jasa urus perkara di MA. Keduanya berupaya memenangkan pihak tertentu hingga tingkat pengadilan negeri.
 
'Uang terima kasih' yang diberikan pihak berperkara bernilai besar. Dari lima perkara yang diurus, nominal terendah yang didapatkan keduanya Rp1,68 miliar dan tertinggi Rp23,5 miliar.
 
Baca: Nurhadi dan Menantu Didakwa Menerima Gratifikasi Rp37,2 Miliar
 
Nurhadi tidak melaporkan penerimaan gratifikasi ke KPK dalam rantang waktu 30 hari. Niat culas keduanya terlihat saat menampung uang di sejumlah rekening atas nama berbeda, yakni Rezky Herbiyono, Calvin Pratama, Soepriyo Waskito Adi, Yoga Dwi Hartiar, dan H Rahmat Santoso.
 
Dalam perkara suap, Nurhadi dan Rezky didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Dalam perkara gratifikasi, keduanya didakwa melanggar Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif