Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Polri Bantah Jadi Penyebab Ratusan Warga Nduga Tewas

Nasional kelompok bersenjata di papua
Cindy • 15 Agustus 2019 20:26
Jakarta: Polri membantah kehadiran anggotanya dan TNI di Kabupaten Nduga, Papua menjadi penyebab banyaknya warga setempat tewas. Operasi gabungan Polri dan TNI diklaim telah menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah berkonflik tersebut.
 
Hal ini ditegaskan Korps Bhayangkara menanggapi pernyataan Tim Kemanusiaan Nduga yang menyebut sebanyak 182 warga Nduga tewas sejak Desember 2018. Pasukan pengamanan TNI-Polri disebut penyebab kematian warga.
 
"Nduga itu sebelum kehadiran TNI-Polri secara sistematis dan masif wilayah itu dikontrol Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Karena dikontrol KKB bisa dikatakan wilayah sana tak kondusif," kata Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Dedi, sebelum dijaga TNI-Polri, kejahatan di Nduga tak terbendung. Pemerasan, intimidasi, penganiayaan, pembunuhan maupun pemerkosaan kerap dilakukan kelompok tersebut.
 
"Di Nduga sudah diambil alih TNI-Polri, karena mereka tidak bisa mengontrol lagi Nduga dan beberapa distrik," lanjut Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.
 
(Baca: Pengamanan di Papua Tak Berubah)
 
Jenderal bintang satu itu mengatakan tugas Polri sejatinya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Tuduhan Tim Kemanusiaan Nduga dinilai tak mendasar.
 
Dedi meminta pihak aliansi masyarakat itu membuktikan tuduhan adanya penembakan maupun penganiayaan yang dilakukan aparat terhadap masyarakat Nduga. "Bisa dibuktikan enggak? Kalau punya bukti dilaporkan. Jadi enggak boleh berasumsi tapi harus berdasarkan bukti," pungkasnya.
 
Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem mengungkap 183 warga Nduga tewas akibat tembakan aparat TNI-Polri, kekerasan fisik, perampasan, sakit dan melahirkan. Ratusan korban tewas itu terdiri dari 69 laki-laki dewasa, 21 perempuan dewasa, 20 anak laki-laki, dan 21 anak perempuan.
 
Kemudian, 14 balita perempuan, 12 balita laki-laki, 17 bayi laki laki, dan 8 bayi perempuan. Pemerintah diminta menarik mundur pasukannya dari Nduga. Kehadiran TNI-Polri dianggap meresahkan warga setempat.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif