Jaksa Agung ST Burhanuddin (podium) dalam serah terima buron Kejagung, Adelin Lis (rompi pink). Dok. Kejagung RI
Jaksa Agung ST Burhanuddin (podium) dalam serah terima buron Kejagung, Adelin Lis (rompi pink). Dok. Kejagung RI

Jaksa Agung: Pemulangan Adelin Lis Dibantu Banyak Pihak

Nasional kasus korupsi pembalakan liar Kejaksaan Agung Adelin Lis
Siti Yona Hukmana • 19 Juni 2021 22:18
Jakarta: Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin berterima kasih kepada seluruh pihak yang bersinergi menangkap dan membawa pulang buron kasus korupsi pembalakan liar Adelin Lis. Buron Kejaksaan Agung (Kejagung) yang telah kabur 13 tahun itu bisa dieksekusi atas dukungan banyak pihak.
 
"Pemulangan ini berkat dukungan dari otoritas pemerintah Singapura yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, dan Jaksa Agung Singapura," kata Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Sabtu, 19 Juni 2021.
 
Burhanudin menyebut pemulangan Adelin tak lepas dari dukungan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Menurut dia, kemampuan diplomasi Kemenlu telah membantu Kejagung dalam pemulangan buronan kelas kakap itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setiap saat kami selalu koordinasi dengan Kemenlu. Dan Kemenlu selalu komunikasi dengan pemerintah Singapura," ujar Burhanuddin.
 
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menambahkan, Polda Banten, Polres Tangerang, Polres Bandara Soekarno-Hatta, TNI, Direktorat Jenderal Imigrasi, dan Polda Sumatra Utara (Sumut) turut berandil dalam deportasi ini. Apalagi, Adelin telah membeli tiket pesawat untuk berangkat dari Singapura ke Medan beberapa waktu yang lalu.
 
"Kita minta pengamanan di Sumut. Lalu, Jaksa Aung minta tidak memberikan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) oleh KBRI, apabila tujuan Adelin tidak ke Jakarta," ungkap Leonard.
 
Baca: Kerja Sama Antar-Kedutaan Kunci Sukses Pemulangan Adelin Lis
 
Kejagung juga berterima kasih kepada Dubes Singapura untuk Indonesia Suryopratomo. Menurut Leonard, Suryopratomo bekerja keras bersinergi dalam lingkup internal berkoordinasi dengan Kejagung Singapura, ICA dan MFA dalam pemulangan Adelin.
 
"Sehingga, hari ini berhasil membawa pulang kembali DPO kita buronan berisiko tinggi, terpidana Adelin Lis ke Jakarta," ujar Leonard.
 
Adelin Lis menjalani karantina selama 14 hari di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba cabang Kejagung. Kemudian, dia akan dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan (lapas).
 
Buron kasus pembalakan liar di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, ini pernah melarikan diri ke Tiongkok dan ditangkap pada 2006. Namun, Adelin melarikan diri setelah puluhan orang tak dikenal mengeroyok 4 petugas KBRI yang mengawalnya. Namun, dia bisa ditangkap lagi setelah dibantu kepolisian Beijing.
 
Pada 2008, Adelin kembali melarikan diri sampai tertangkap lagi Maret tahun 2021 di Singapura. Sebelum buron, Adelin dipidana 10 tahun penjara, denda Rp1 miliar rupiah, dan uang penganti 199 miliar rupiah untuk kasus tindak pidana korupsi.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif