Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Kapolres Blitar Masih Bekerja Usai Berseteru dengan Kasat Sabhara

Nasional polri bullying
Siti Yona Hukmana • 02 Oktober 2020 20:16
Jakarta: Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo dipastikan masih bekerja usai berseteru dengan Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo. Sedangkan, AKP Agus sudah mengajukan pengunduran diri.
 
"Oh iya masih kerja, kan kita belum tahu, fakta-faktanya apa yang terjadi. Jadi, kita itu juga bukan masalah copot mencopot bukan, kita harus klarifikasi dulu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Oktober 2020.
 
Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur tengah memeriksa kedua anggota yang berkonflik itu. Hal itu untuk mengetahui fakta penyebab keduanya berseteru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa yang betul keterangan dari Kasat Shabara atau Kapolresnya. Inspektorat pengawasan daerah (Irwasda) juga ada auditor untuk melakukan klarifikasi dan menemukan fakta-fakta apa yang terjadi," ujar jenderal bintang satu itu.
 
Baca: Kerap Dimaki Pimpinan, Kasat Sabhara Polres Blitar Pilih Mengundurkan Diri
 
Sementara itu, AKP Agus kini masih merupakan anggota Polri. Pengunduran diri Agus belum dikabulkan oleh kesatuannya. Agus sudah ditarik dari Polres Blitar ke Polda Jawa Timur untuk proses penyelidikan
 
"Tentunya itu semua hak prerogatif dari Kapolda Jatim," ucap Awi.
 
Ahmad Fanani dan Agus terlibat perseteruan pada Kamis, 1 Oktober 2020. Versi Ahmad Fanani, dia menegur Agus karena anggota Sabhara ada yang berambut panjang.
 
Ahmad Fanani juga menyebut Agus sudah 21 hari bolos dari pekerjaannya. Dia menilai teguran terhadap Agus wajar antara pimpinan dan bawahan.
 
Sedangkan versi Agus, Ahmad Fanani memperlihatkan kesombongan sebagai pimpinan. Agus menyebut Ahmad Fanani kerap mencopot bawahannya.
 
Perbuatan Ahmad Fanani dipandang tidak baik. Sebab, pencopotan anggota tidak akan menjadi pelajaran yang baik bagi anggota lainnya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif