Ilustrasi Gedung KPK/MI/Susanto.
Ilustrasi Gedung KPK/MI/Susanto.

KPK Curiga PK Jadi Strategi Koruptor Dapatkan Diskon Hukuman

Nasional kpk mahkamah agung kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 07 Oktober 2020 09:25
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencermati terpidana korupsi yang berbondong-bondong mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Upaya hukum yang dilakukan para koruptor dinilai sebagai strategi meringankan masa hukuman.
 
"Ini seakan-akan menjadi strategi baru," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Oktober 2020.
 
Ada upaya hukum yang diduga sengaja dilewati para terpidana, yakni naik banding dan kasasi. Permohonan PK baru bisa diajukan setelah vonis terpidana memperoleh kekuatan hukum tetap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Koruptor itu untuk kemudian menerima dan tidak memproses upaya hukum biasa. Menunggu sampai inkrah, baru mengajukan PK," ujar Ghufron.
 
Menurut Ghufron, sekitar 50 permohonan PK kasus yang ditangani KPK diajukan ke MA. Sebanyak 38 di antaranya tengah berproses.
 
Baca:KPK: PK Jadi 'Pintu Kemurahan' bagi Koruptor
 
Kendati banyaknya koruptor yang dipotong masa hukumannya lewat PK, KPK tetap menghormati setiap putusan majelis hakim PK. Ke depan, pimpinan Lembaga Antirasuah bakal menemui MA terkait banyaknya pengurangan hukuman bagi terpidana koruptor.
 
"Rencananya pimpinan akan menghadap ke Mahkamah Agung untuk membicarakan ini," ujar Ghufron.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif