Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polisi Masih Memburu Mafia Karantina Bandara Soetta

Nasional polri Bandara Virus Korona bandara soetta covid-19 karantina pandemi covid-19 protokol kesehatan Satgas Covid-19
Siti Yona Hukmana • 30 April 2021 08:45
Jakarta: Polisi mengidentifikasi pelaku lain dalam kasus mafia karantina terhadap pendatang dari India di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Mafia yang meloloskan pelaku perjalanan dari syarat karantina diburu.
 
"Ada beberapa lagi yang masih kita lakukan pengejaran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 30 April 2021.
 
Yusri enggan membeberkan identitas dan keberadaan pelaku yang diburu. Kepolisian akan membeberkan identitas dan peran anggota jaringan ini saat ditangkap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini, sudah empat joki yang diamankan yang ditetapkan sebagai tersangka," ujar Yusri.
 
Keempatnya ialah ZR, AS, M, dan R. Petugas juga menetapkan tujuh warga negara India ditetapkan tersangka. Sebanyak lima di antaranga ialah SR, 35, CM, 40, KM, 36, PN, 47, dan SD, 35. Inisial tersangka dua lainnya belum diungkap karena baru ditangkap Rabu malam, 28 April 2021.
 
Baca: Lestari Moerdijat: Usut Tuntas Mafia Karantina di Bandara Soetta
 
Modus mafia karantina ini mendampingi pengguna jasa sejak tiba di Indonesia. Mulai dari tahap mengisi formulir hingga keberangkatan menuju lokasi karantina.
 
Awalnya, mafia karantina akan mengisi data warga negara asing (WNA) di database Satuan Tugas (Satgas) Karantina hingga mereka siap diberangkatkan ke hotel karantina. Namun, mafia membawa kabur kliennya saat WNA tersebut akan diberangkatkan dengan bus dari Satgas Karantina
 
Seluruh tersangka dijerat Pasal 93 juncto Pasal 9 ayat 1 UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan atau Pasal 14 Ayat 1 UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Mereka terancam pidana satu tahun penjara.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif