Ilustrasi Polri. Medcom.id
Ilustrasi Polri. Medcom.id

Kapolsek Didemosi Buntut Kerumunan di Waterboom Cikarang

Nasional polri Virus Korona protokol kesehatan
Siti Yona Hukmana • 13 Januari 2021 04:46
Jakarta: Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sukadi didemosi atau turun jabatan. Sukadi dinilai lalai hingga menyebabakan kerumunan terjadi di Waterboom Lippo Cikarang.
 
"Iya (didemosi) karena ada kerumunan itu. Secara internal ada kelalaian dari anggota kapolseknya, sehingga didemosi kapolseknya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 12 Januari 2021.
 
Yusri tidak menjelaskan detail kelalaian yang dilakukan oleh Sukadi. Pembubaran pengunjung itu dilakukan Sukadi karena telah terjadi kerumunan massa pada Minggu, 10 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yusri menegaskan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan atas kerumunan itu dipastikan akan terus berlanjut. Proses hukum kerumunan massa itu disebut sesuai arahan Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Fadil Imran.
 
"Bahwa di masa pandemi covid-19 ini tidak ada lagi membuat kerumunan. Termasuk di dalamnya kapolsek bertanggung jawab," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.
 
Baca: Pengunjung Waterboom Cikarang Dibubarkan Polisi
 
Sukadi didemosi menjadi Kaurpenum Subbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya. Kini Kapolsek Cikarang Selatan dijabat oleh Kompol Sutrisno. Sukadi dan Sutrisno bertukar posisi.
 
Yusri berharap Sutrino menjalankan tugas dengan baik. Dia tetap menyarankan Sutrisno membubarkan kerumunan massa, namun dengan aturan.
 
"Tetap sama bahwa segala bentuk kerumunan apa pun di masa pandemi covid-19 ini apalagi masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari tanggal 11 sampai 25 Januari 2021 ini harus betul-betul jadi pelajaran bagi yang lain," ungkap Yusri.
 
Sebelumnya, Sukadi membubarkan pengunjung Waterboom Lippo Cikarang karena di lokasi wisata itu terdapat kerumunan massa. Pengunjungnya mencapai ribuan.
 
Kesalahan pengelola dianggap karena telah mengabaikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19. Pengelola memberikan diskon harga tiket gila-gilaan dari Rp95 ribu menjadi Rp10 ribu.
 
Penjualan tiket itu pun dilakukan secara daring. Warga berbondong-bondong berdatangan ke lokasi wisata kolam renang yang berkapasitas 7.000 orang itu.
 
Kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan ditangani oleh Polres Metro Bekasi. Polisi telah memeriksa General Manager Ike Patricia dan Manager Ticketing Dewi.
 
Keduanya masih berstatus saksi. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kerumunan massa tersebut.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif