Ketua KPK Firli Bahuri. MI/Susanto
Ketua KPK Firli Bahuri. MI/Susanto

KPK Antisipasi Kepentingan Sponsor dalam Pencalonan Kepala Daerah

Nasional KPK kasus korupsi pencegahan korupsi Kepala Daerah
Candra Yuri Nuralam • 26 April 2022 07:28
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantisipasi adanya kepentingan sponsor dalam pencalonan kepala daerah. Keberadaan sponsor kerap membuka celah korupsi ketika calon kepala daerah terpilih.
 
"Setiap orang yang ingin mengikuti pemilu atau pilkada justru butuh biaya mahal. Harus menyiapkan biaya lebih untuk pencalonannya, meski sering pula dibiayai oleh sponsor," kata Ketua KPK Firli Bahuri melalui keterangan tertulis, Selasa, 26 April 2022.
 
Firli mengatakan pencalonan kepala daerah selalu dibarengi dengan biaya besar. Sponsor biasanya ditarik oleh membiayai kampanye para calon kepala daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, sponsor datang untuk memberikan dana dengan kesepakatan tertentu. Biasanya, kepala daerah diminta mengembalikan uang dari sponsor ketika sudah terpilih.
 
Uang pengembalian biasa diberikan layaknya membayar utang. Tak jarang, kata Firli, pembayaran utang sponsor menggunakan anggaran proyek daerah.
 
"Ini fakta yang terjadi di lapangan," ujar Firli.
 
Baca: Bupati Bintan Nonaktif Apri Sujadi Divonis 5 Tahun Penjara
 
Selain penggunaan uang proyek, cara mengembalikan utang sponsor kerap dilakukan dengan penerimaan suap dan gratifikasi. Firli mengatakan banyak kepala daerah dan masyarakat yang tidak bisa membedakan suap dan gratifikasi. Kebanyakan suap dan gratifikasi dianggap sebagai rejeki tambahan yang halal.
 
"Oleh karenanya, KPK selalu berupaya bagaimana mengampanyekan nilai-nilai antikorupsi. Mulai dari pendidikan antikorupsi sejak dini, hingga ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran supaya tidak korupsi," ucap Firli.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif