Suasana sidang kasus dugaan merintangi penyidikan KPK dengan terdakwa Lucas. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Suasana sidang kasus dugaan merintangi penyidikan KPK dengan terdakwa Lucas. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Saksi Kasus Lucas Beda Keterangan

Nasional kasus suap suap di ma
Fachri Audhia Hafiez • 14 Desember 2018 04:12
Jakarta: Nur Rohman, kurir dari Sektretaris PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya, mengaku mengetahui adanya pemberian uang SGD46 ribu dan Rp50 ribu. Uang itu diterimanya dari staf kantor pengacara Lucas, Stephen Sinarto.
 
Uang yang terbungkus amplop coklat itu selanjutnya akan diserahkan ke Dina. Diduga, titipan dari Stephen itu lantaran Dina telah membantu upaya pelarian petinggi PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro dari penyidik KPK.
 
"Ditelepon sama Bu Dina buat ambil barang di Stephen di kantor Pak Lucas, Sahid Sudirman Center lantai 55," kata Rohman saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rohman tak menjelaskan asal uang tersebut. Yang jelas, kata dia, ada sebuah tulisan dalam amplop itu. "Ada tulisan angka 46 ribu dan 50 ribu," ujar Rohman.
 
Rohman mengaku Dina sempat menghitung uang itu di hadapannya. Dina hanya menyebut kalau jumlah uang itu sekitar Rp500 juta.
 
Keterangan Rohman berbeda dengan yang diutarakan Stephen yang telah bersaksi sebelumnya. Stephen mengatakan bahwa amplop itu polos dan tidak ada tulisan.
 
Stephen menjelaskan, amplop itu berasal dari seseorang bernama Chua Chwee Chye alias Jimmy, yang juga membantu pelarian Eddy Sindoro. "(Amplop itu) dari Jimmy untuk Dina," ujar Stephen.
 
Dalam sidang kali ini ini, majelis hakim yang diketuai Frangki Tambuwun menggali keterangan saksi soal pemberian uang ke Dina Soraya. Majelis juga menekankan soal akun FaceTime yang diduga merupakan terdakwa Lucas untuk berkomunikasi dengan Dina Soraya.
 
Lucas didakwa merintangi penyidikan KPK dalam kasus yang menjerat petinggi PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro. Lucas menyarankan Eddy yang telah berstatus tersangka tidak kembali ke Indonesia agar terhindar dari pemeriksaan lembaga antirasuah.
 
Lucas didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi