Pengedar Vape Mengandung Narkotika Ditangkap

Siti Yona Hukmana 25 Oktober 2018 14:02 WIB
narkoba
Pengedar Vape Mengandung Narkotika Ditangkap
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (kanan). Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Polda Metro Jaya membongkar peredaran narkotika jenis liquid vape yang mengandung metilendioksi metamfetamina (MDMA). Tiga pelaku, yakni ER, AG, dan TM, ditangkap.

"Jadi, hati-hati untuk masyarakat, jangan sampai terkecoh dengan penawaran-penawaran di media sosial," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta Selatan, Kamis, 25 Oktober 2018.

Penawaran narkotika itu dilakukan melalui aplikasi Instagram dan Line. Polda Metro Jaya berharap masyarakat lebih teliti dalam membeli.


"Kita harus saring dulu kira-kira seperti apa penawaran di media online. Jangan sampai langsung percaya. Dibaca betul, kalau tidak yakin silakan datang ke kantor polisi menanyakan kebenaran akun tersebut," paparnya.

Di dua medsos itu terdapat sebuah iklan yang berisikan kalimat vulgar terkait narkotika. Berikut isi iklannya:

'Apakah kamu vaporizer. Telah hadir sebuah kejutan baru price list premium liquid illusion one and only. Liquid dengan kandungan MDMA di Indonesia. You must try it bro. Sangat cocok digunakan dengan mendengarkan musik dan pas sekali untuk kalian yang suka geleng-geleng.'

Polisi mendapatkan informasi awal dari masyarakat soal akun itu. Argo menyatakan MDMA merupakan narkotika golongan satu. "Tim lantas mengevaluasi dan mengolah informasi itu. Kami lantas menyatakan benar rokok elektrik itu mengandung narkotika," kata Argo.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak menambahkan penyelidikan dilakukan dengan melakukan pemesanan melalui media sosial Line. Atas pemesanan itu, pemilik akun terbukti menawarkan liquid dengan merek Illusion yang mengandung MDMA.

"Liquid merek Illusion itu per botolnya isi 5 mililiter dengan harga Rp350 ribu. Pembayaran melalui transfer ke rekening atas nama tersangka ER," kata Calvijn.

Baca: Polisi Amankan Cairan Vape Mengandung Narkoba

Setelah uang ditransfer, lanjut Calvijn, pembeli akan menerima telepon dari nomor pengemudi ojek online berinisial AG. AG yang akan mengantarkan paket ke alamat pemesan.

Polisi yang menyamar menjadi pemesan mendapat telepon dari AG pada Selasa, 9 Oktober 2018 pukul 16.00 WIB. Kemudian, melakukan pertemuan di Jalan Asia Afrika STC Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada pukul 17.00 WIB.

"Saat bertemu, polisi langsung melakukan penggeledahan dan didapatkan barang tersebut (liquid merk illusion mengandung MDMA)," kata Calvijn.

Polisi langsung mengamankan AG. Menurut Calvijn, AG mengaku tidak mengetahui isi paket yang dikirimkan karena menggunakan aplikasi ojek online.

Setelah melakukan pendalaman terhadap AG, ditangkap ER di Kampung Ciangger Malang Nengah, Cigudeg, Bogor pada Sabtu, 13 Oktober 2018. Pada saat penangkapan, ditemukan narkotika jenis MDMA di dalam liquid vape merek Illusion.

"Hasil interogasi ER dan AG, disebutkan bahwa inisiator bisnis ini adalah TM. Hasil penjualan setiap harinya dikirimkan ke rekening TM," ujar Calvijn.

Selanjutnya, polisi mengejar TM. Dia ditemukan di Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur, pada Sabtu, 13 Oktober 2018. Di lokasi itu dilakukan penggeledahan dan ditemukan narkotika jenis MDMA.

"Saat diinterogasi, TM menerangkan barang itu didapat dengan cara membeli melalui akun Line. Dia juga mengaku memberi gaji terhadap ER dan AG sebesar Rp5 juta per bulan serta menerangkan ER selaku kurir dan AG sebagai reseller," kata Calvijn. Saat ini polisi tengah mencari pelaku yang memproduksi barang haram tersebut.

Tiga tersangka yang telah ditangkap itu dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id