Ratna Bantah Inisiasi Konferensi Pers Prabowo soal Penganiayaan

Siti Yona Hukmana 22 Oktober 2018 19:27 WIB
Kabar Ratna Dianiaya
Ratna Bantah Inisiasi Konferensi Pers Prabowo soal Penganiayaan
Ratna Sarumpaet, tersangka penyebaran cerita bohong. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Ratna Sarumpaet membantah menginisiasi pernyataan terbuka calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait kabar penganiayaan dirinya. Pernyataan terbuka Prabowo soal penganiayaan Ratna disampaikan pada Selasa, 2 Oktober 2018.

"Enggak. Enggak tahu dari mana. Pokoknya bukan saya (meminta Prabowo adakan konferensi pers)," kata Ratna di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 22 Oktober 2018.

Pernyataan ini menanggapi tudingan Marthadinata yang merupakan kuasa hukum tersangka lain bernama Nanik S Deyang. Marthadinata menyebut Ratna adalah inisiator pernyataan terbuka Prabowo kepada awak media. "Kata dia (Ratna) agar orang lain tidak takut," ucap Marthadinata.


Atas dasar itu, kata Marthadinata, Prabowo menggelar konferensi pers di kediamannya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kala itu, Prabowo juga menjelaskan kronologi penganiayaan yang diceritakan oleh Ratna.

Ratna ditetapkan sebagai tersangka lantaran menyebarkan informasi bohong atau hoaks soal penganiayaan dirinya di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 21 September 2018. Faktanya, lebam di wajah Ratna dipastikan akibat operasi plastik yang dilakukannya di sebuah klinik kawasan Jakarta.

Atas perbuatannya, Ratna dijerat Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ratna terancam dipenjara 10 tahun.





(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id