Penembakan Terduga Teroris Menurun di Era Jokowi

Dheri Agriesta 22 Oktober 2018 14:58 WIB
terorisme
Penembakan Terduga Teroris Menurun di Era Jokowi
ilustrasi teroris. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
Jakarta: Penindakan terorisme dalam empat tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai cukup tinggi. Tapi, angka penembakan terduga teroris dalam proses penangkapan dinilai rendah.

"Penembakan dalam artian mereka yang terpaksa ditembak mati saat terjadi baku tembak dan penangkapan itu menurun dibandingkan era Pak SBY (Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono)," kata pengamat terorisme Universitas Indonesia Ridwan Habib saat dihubungi Medcom.id, Senin, 22 Oktober 2018.

Ridwan menjelaskan, pada periode sebelumnya, ada beberapa kasus yang sempat menjadi sorotan masyarakat. Seperti, penangkapan terduga teroris yang sedang salat dan penembakan terduga teroris tak bersenjata. Peristiwa serupa telah berkurang dalam empat tahun pemerintahan Jokowi-JK.


Meski begitu, Ridwan menyebut penindakan terorisme di era Jokowi-JK tanpa catat. Ia mencontohkan kematian terduga teroris Siyono asal Klaten karena dugaan kesalahan dalam prosedur penangkapan.

(Baca juga: Terduga Teroris Tanjungbalai Ditembak karena Melawan)

Kasus ini sulit diungkap karena ada perbedaan keterangan dari polisi dan pengacara terduga teroris. Tapi, kata Ridwan, selain kasus itu polisi berusaha menangkap terduga teroris secara hidup-hidup.

"Jumlahnya ratusan dan sekarang berada di penjara," kata Ridwan.

Namun, penangkapan yang tinggi ini kemudian menghadirkan masalah baru. Ridwan mencontohkan ketersediaan lembaga pemasyarakatan untuk menampung para pelaku teror.

Pemerintah diminta membenahi sistem rehabilitasi terhadap narapidana teroris agar bisa kembali sebagai masyarakat normal. "Dari empat tahun ini masih banyak yang harus dibenahi seperti mekanisme pemasyarakatan, ya lapas, jumlah sel, itu sangat terbatas," tukas dia.

(Baca juga: Penanggulangan Terorisme Perlu Tindakan Komprehensif)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id