Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Sibuk Pilpres, Dahnil Anzar Mangkir Panggilan Polisi

Nasional kasus korupsi
Siti Yona Hukmana • 25 April 2019 23:34
Jakarta: Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kembali mangkir dari panggilan polisi. Sedianya, dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia hari ini.
 
"Yang bersangkutan tidak hadir ya, kalau tidak hadir bisa dibilang mangkir," kata Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis, 25 April 2019.
 
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu sudah dua kali diperiksa polisi. Sebelumnya ia diperiksa pada Jumat, 23 November 2018 dan Kamis, 7 Februari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terpisah, Dahnil mengaku ketidakhadirannya sudah disampaikan ke penyidik melalui kuasa hukumnya. Namun, Dahnil enggan menyampaikan alasan mangkir tersebut.
 
"Penasihat hukum sudah menyampaikan kepada mereka terkait ketidakhadiran hari ini ke Polda," ujar Dahnil.
 
Kuasa hukum Dahnil Anzar Simanjuntak, Trisno Raharjo membeberkan alasan ketidakhadiran kliennya ke Polda Metro Jaya. Menurut dia, Dahnil saat ini tengah sibuk mengurusi pemilihan presiden (Pilpres) 2019.
 
"Tidak datang, karena beliau kan sibuk di pilpres. Masih ada yang harus diselesaikan itu saja alasannya," tutur Trisno.
 
Ketua Panitia Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia Ahmad Fanani sebelumnya juga mangkir. Sejatinya, Fanani diperiksa Rabu, 24 April 2019 pukul 10.00 WIB.
 
Fanani mengaku tidak datang panggilan polisi karena tidak menerima surat panggilan. Padahal, Bhakti menyebut surat panggilan dikirimkan pada Kamis, 18 April 2019.
 
Sejauh ini, polisi telah memeriksa belasan saksi di Yogyakarta dan dua orang dari pihak Pemuda Muhammadiyah yakni, Dahnil Anzar dan Ketua Panitia Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari PP Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani.
 
Kasus dugaan korupsi dana kemah telah naik ke tahap penyidikan. Polisi menduga ada penggelembungan data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah.
 
Pemuda Muhammadiyah sempat mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) karena merasa dituding menilap uang. Namun pihak Kemenpora mengembalikan cek Rp2 miliar itu dengan alasan tidak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaa (LHP) BPK.
 
Kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia ini diselenggarakan di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kemenpora dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Anshor. Masing-masing organisasi diberikan dana Rp2 miliar untuk menggelar acara tersebut.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif