Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Eggi Sudjana. Foto: Medcom.id/Nur Azizah.
Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Eggi Sudjana. Foto: Medcom.id/Nur Azizah.

Eggi Sudjana Tak Pedulikan Panggilan Polisi

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 13 Mei 2019 12:58
Jakarta: Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Eggi Sudjana dipastikan tak akan memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada hari ini. Alasannya, Eggi sedang mengajukan gugatan praperadilan untuk menguji keabsahan atas penetapan tersangka yang diberikan penyidik Polda Metro Jaya.
 
"(Eggi) masih di Jakarta, kita sepakat supaya beliau enggak usah hadir. Kalau hadir berarti buat apa praperadilan yang disampaikan itu," kata kuasa hukum Eggi Sudjana, Damai Hari Lubisdi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 13 Mei 2019.
 
Damai mengatakan pihaknya juga masih mengkaji masalah perubahan pasal yang menjerat Eggi. Semula, kata dia, yang diterapkan dalam kasus kliennya itu ialah Pasal 160 KUHP tentang penghasutan untuk perbuatan tindak pidana, dan kekerasan kepada penguasa. Kemudian berubah menjadi Pasal 107 KUHP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kok tiba-tiba jadi makar, karena ada pelaporan baru atau bisa-biasanya penyidik, kita enggak tahu dan kita mau klarifikasi juga," ucap dia.
 
Di sisi lain, Damai menegaskan kliennya tidak melakukan makar atau membuat pernyataan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Eggi, jelas dia, hanya ingin calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, didisfikulisi sebagai peserta pemilu.
 
Eggi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik telah melakukan gelar perkara atas kasus tersebut, Selasa, 7 Mei 2019, dan menemukan alat bukti yang cukup untuk menjerat politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
 
Penyidik juga sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.
 
Relawan Joko Widodo-Ma'ruf Amin Center (Pro Jomac) sebelumnya melaporkan Eggi ke Bareskrim Polri terkait ucapannya soal people power. Laporan tersebut bernomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019.
 
Eggi diduga melakukan tindak kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat. Dia dianggap menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif