TKP pembunuhan. Ilustrasi: Medcom.id.
TKP pembunuhan. Ilustrasi: Medcom.id.

Keterangan Sejoli Pembunuh Iin Labil

Nasional pembunuhan
Siti Yona Hukmana • 25 November 2018 16:52
Jakarta: Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menyebut keterangan Yustian dan Nissa Regina, sejoli pembunuh Ciktuti Iin Puspita, masih labil. Keduanya tidak kooperatif selama diperiksa.
 
"Pengakuan tersangka ini masih berubah-ubah. Enggak tahu dia ingin kabur atau bagaimana," kata Indra di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 25 November 2018.
 
Sikap tersangka membuat polisi belum menemukan tempat hiburan malam yang disinggahi Iin dan Nissa, Sabtu malam, 17 November 2018. Saat itu, keduanya berjanji bertemu dua wanita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu wanita, kata Indra, berjanji memberikan tips sebanyak Rp1,8 juta kepada Nissa. "Sudah beberapa tempat (karaoke) kita datangi. Kita dalami terus berdasarkan alat bukti yang ada."
 
Indra mengaku enggan bersikap tegas kepada kedua tersangka, meski mereka tidak bersedia membantu mengungkap kasus. Menurut dia, polisi harus profesional.
 
"Kita melakukan pemeriksaan, penyidikan harus profesional tidak dengan kekerasan. Itulah kemampuan kita untuk membuktikan berdasarkan alat bukti, saksi, dan semuanya yang mengetahui kejadian itu," jelas dia.
 
Baca: Transportasi Daring yang Ditumpangi Iin Dilacak
 
Mayat Ciktuti ditemukan di dalam lemari kamar indekos di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa, 20 November 2018. Korban diduga dibunuh Yustian dan Nissa Regina pada Minggu, 18 November 2018, pukul 20.00 WIB.
 
Jasad pembunuh pemandu karaoke itu sengaja diletakkan dalam lemari supaya tidak diketahui orang. Yustian dan Nissa bahkan sempat membersihkan lokasi pembunuhan.
 
Sejoli itu lalu ditangkap Selasa, 20 November 2018, di Merangin, Jambi. Keduanya berniat menuju Padang, Sumatra Barat, ke rumah keluarga Nissa.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi