Pengusaha pemilik PT Rudi Jaya, Ibnu Ghofur berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Antara Foto/M Risyal Hidayat
Pengusaha pemilik PT Rudi Jaya, Ibnu Ghofur berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Antara Foto/M Risyal Hidayat

Uang Ibnu Ghofur Mengalir ke Deltras Sidoarjo

Nasional OTT KPK
Candra Yuri Nuralam • 26 Februari 2020 16:18
Jakarta: Bupati nonaktif Sidoarjo Saiful Ilah mengakui Ibnu Ghofur, tersangka kasus dugaan suap pengadaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalirkan uang ke tim sepak bola, Deltras Sidoarjo. Tujuannya, membantu keuangan dari klub berjulukan The Lobster itu.
 
"Ya (ada dana), Pak Ghofur mau bantu," kata Syaiful di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Februari 2020.
 
Saiful mengatakan Ghofur awalnya tak mengetahui jajaran pengurus klub Deltras Sidoarjo. Dia menjadi perantara yang mengenalkan Ghofur dengan pengurus Deltras.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah pengenalan tersebut, Ghofur kemudian memberikan uang ke Deltras Sidoarjo sebanyak satu kali. Namun, dia enggan merinci besaran fulus yang dikucurkan untuk Deltras.
 
"Kan enggak kenal sama pengurus Deltras, yang ngasih tahu saya. Kalau enggak ngasih tahu, ya enggak tahu," ujar Saiful.
 
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu membantah uang yang diberikan Ghofur terkait kasus dugaan suap pengadaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo. Uang tersebut semata diberikan untuk membantu Deltras Sidoarjo.
 
Uang Ibnu Ghofur Mengalir ke Deltras Sidoarjo
Bupati nonaktif Sidoarjo Saiful Ilah. Medcom.id/Candra Yuri Nur Alam
 
Baca: Mantan Bos Deltras Sidoarjo Dipanggil KPK
 
"Ya saya suruh ngasih saja gitu. Ya jadi kena permasalahan gini opo, ya toh. Berbuat baik belum tentu dinilai baik ya. Yo wes mohon doa lah ya," tutur Saiful.
 
KPK juga memanggil mantan bos Deltras Sidoarjo, Mafirion. Dia bakal digali hubungannya dengan Ghofur. Lembaga Antirasuah pun memanggil Manajer Deltras Sidoarjo, Yudha Pratama, sebagai saksi untuk kasus dugaan suap pengadaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo.
 
Nama Deltras Sidoarjo muncul usai KPK memeriksa Achmad Amir Aslichin, anak Bupati nonaktif Sidoarjo Saiful Ilah pada 18 Februari 2020. Achmad diperiksa terkait pekerjaannya saat mengurus sebuah klub sepak bola di Sidoarjo. Penyidik menggali informasi seputar pendanaan klub bola tersebut.
 
"Mengenai kegiatannya selama aktif menjadi pengurus perkumpulan sepak bola Deltras Sidoarjo, dari mana sumber pendanaannya Deltras dan lain-lain," kata pelaksana tugas (plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Februari 2020.
 
Klub bola itu diduga ikut kecipratan uang haram pada kasus dugaan suap pengadaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo. KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Komisi Antikorupsi juga menyita barang bukti Rp1,8 miliar.
 
Keenam tersangka tersebut yakni Saiful, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Sunarti Setyaningsih, Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Judi Tetrahastoto, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Sanadjihitu Sangadji, Ibnu Ghopur dan pihak swasta Totok Sumedi.
 
Saiful dan tiga pejabat Pemkab Sidoarjo dijerat Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan, Ibnu dan Totok dinilai melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif