NEWSTICKER
Lambang KPK. Foto: MI
Lambang KPK. Foto: MI

Ketua WP KPK Disidang Hari Ini

Nasional kpk
Candra Yuri Nuralam • 18 Maret 2020 07:50
Jakarta: Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini akan menyidang Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo. Yudi disidang terkait pernyataannya ke publik soal penarikan penyidik KPK asal Polri Kompol Rossa.
 
"Jadi (sidang dengan Dewas), masih terjadwal dan saya siap hadir," kata Yudi kepada Medcom.id, Rabu 18 Maret 2020.
 
Persidangan dijadwalkan pukul 10.00 WIB. Yudi bakal disidang Dewas di gedung KPK lama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yudi merasa pernyataannya yang diumbar ke publik tidak ada yang salah. Ia hanya membela Rossa dalam kapasitasnya sebagai ketua Wadah Pegawai. Dia siap dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya.
 
"Saya berbicara atas nama ketua WP KPK untuk membela pegawai KPK bukan sebagai penyidik KPK. Bahwa yang tidak boleh di KPK adalah membicarakan kasus yang sedang ditangani kepada publik dan media," ujar Yudi.
 
Sementara itu, dia menyayangkan pelaporan atas dirinya. Menurut Yudi, pelaporan itu ungkapan ketidaksukaan kepada wadah pegawai. "Bagi saya ini sudah jadi risiko ketua WP," tutur Yudi.
 
Baca:Firli Dilaporkan ke Dewas KPK
 
Yudi kukuh menuntut permasalahan Rossa dilanjutkan. Dia tidak ingin Lembaga Antirasuah mengabaikan surat banding yang dikirimkan Rossa beberapa waktu lalu.
 
"Saat ini Mas Rossa menyampaikan masih menunggu jawaban dari langkah bandingnya sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Intinya perjuangan kami adalah bahwa Mas Rossa bisa kembali bekerja sebagai penyidik KPK lagi," tegasnya.
 
Ketua KPK Firli Bahuri dan pimpinan KPK lainnya dinilai melanggar aturan terkait pengembalian penyidik Rossa Purbo Bekti ke Mabes Polri. Penarikan Rossa disinyalir terkait kasus yang tengah ditanganinya.
 
"Pengembalian Kompol (Komisaris Polisi) Rossa Purbo Bekti menimbulkan banyak kejanggalan, mengingat tidak ada permintaan dari Kompol Rossa untuk kembali ke kepolisian," kata Ketua WP KPK, Yudi Purnomo Harahap, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020.
 
Menurut dia, pengembalian Rossa ke instansi asal tidak sesuai mekanisme yang berlaku. Masa tugas Rossa Purbo juga masih panjang hingga Rabu, 23 September 2020. Polri pun membatalkan permohonan penarikan melalui surat resmi Jumat, 21 Januari 2020, dan Sabtu, 29 Januari 2020.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif