Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Polisi Tangkap Penganiaya ABK WNI

Nasional ABK WNI
Kautsar Widya Prabowo • 12 Juli 2020 08:18
Jakarta: Tim gabungan satuan tugas (satgas) tindak pidana perdagangan orang (TPPO) telah meringkus penganiaya anak buah kapal (ABK) kapal asing Lu Huang Yuan Yu 118, yakni Song Chuanyun, 50. Song diduga menganiaya ABK dari warga negara Indonesia (WNI) Hasan Apriyadi hingga tewas.
 
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo, mengatakan Song ditangkap di atas Kapal Lu Huang Yuan Yu 118 yang berlabuh di Dermaga Lanal Batam pada Jumat, 10 Juli 2020. Tindak pidana penganiayaan terjadi antara Januari sampai Juli 2020 di kapal tersebut.
 
"Tersangka dan barang bukti telah diamankan di Ditreskrimum Polda Kepri untuk penyidikan lebih lanjut," kata Ferdy melalui keterangan tertulis, Sabtu, 11 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita satu pasang sepatu safety warna hitam, satu kunci pas nomor 24, satu tongkat kayu, satu bandul pancing dari besi.
 
Pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan rumusan Pasal 351 ayat 3 subsider ayat 2, subsider ayat 1 KUHP.
 
Baca: Polisi Temukan Tanda Kekerasan pada Jenazah ABK WNI
 
Jenazah seorang ABK WNI ditemukan membeku di dalam freezer kapal ikan berbendera Tiongkok. Temuan itu didapati setelah aparat gabungan menangkap dua kapal nelayan berbendera Tiongkok, Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118, di perbatasan Indonesia-Singapura, pada Rabu, 8 Juli 2020.
 
"Di atas kapal itu ditemukan satu orang WNI meninggal dan WNI lainnya yang bekerja di kapal tersebut," kata Kapolres Karimun, Kepulauan Riau, AKB Muhammad Adenan, Kamis, 9 Juli 2020.
 
Setelah penyelidikan ke sesama rekan kerja ABK, korban meninggal pada 20 Juni 2020. Penyebab kematian adalah penyakit paru-paru.
 
Petugas akan melakukan visum guna memastikan sebab kematian. Saat ditemukan, kondisi jenazah masih berpakaian dan diberi selimut.
 
"Untuk kedua kapal kini telah dikuasai oleh tim gabungan pengamanan laut. Dua kapal tersebut berdasarkan arahan pimpinan kapal itu kemudian dibawa ke Dermaga Lanal Batam," katanya.
 

(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif