Fredrich Sebut KPK tak Paham Hukum
Fredrich Yunadi. Foto: MTVN/ Arga
Jakarta: Terdakwa kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice, Fredrich Yunadi, menyebut KPK tidak paham hukum. Fredrich menyebut anggota KPK yang sudah pensiun tidak layak menjadi advokat.
 
"Setelah mereka (anggota KPK) pensiun tentu ingin menjadi advokat dong. Saya mengimbau teman-teman Peradi tidak izinkan (anggota KPK) jadi advokat," kata Fredrich usai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis 15 Februari 2018.
 
Fredrich menganggap anggota KPK tidak paham hukum dan mencoreng nama baik advokat. "Ya jelas dong mereka enggak ngerti hukum," kata Fredrich.
 
Fredrich berencana mengajukan perkara ini pada munas Peradi mendatang. Ia akan membujuk kawan sejawat advokatnya untuk mengesahkan peraturan ini.

Baca: Fredrich Yunadi Terancam Dihukum Berat
 
"Saya akan minta agar diloloskan di munas mendatang, mudah-mudahan bisa lolos (KPK dilarang gabung Peradi)," kata Fredrich.
 
Alasan Fredrich menganggap KPK tak paham hukum di antaranya keharusan adanya surat izin dari KPK ketika Setya Novanto hendak berobat. Selain itu, surat penangkapan yang digunakan KPK untuk menangkap Novanto sudah kedaluwarsa.
 
"Jadi enggak bener mereka semua. Mereka tidak mengerti hukum," kata Fredrich.
 
Fredrich bersama dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.





(FZN)