Ilustrasi suap. Foto: Medcom.id
Ilustrasi suap. Foto: Medcom.id

Direktur PT PN III Didakwa Terima Suap Rp3,55 Miliar

Nasional kasus suap
Fachri Audhia Hafiez • 22 Januari 2020 15:54
Jakarta: Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PT PN) III Dolly Parlagutan Pulungan dan Direktur Pemasaran PT PN III I Kadek Kertha Laksana didakwa menerima suap 345 dolar Singapura atau setara Rp3,55 miliar. Suap terkait distribusi gula kristal putih.
 
"Terdakwa telah menerima uang tunai dari Pieko Nyotosetiadi (Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo sekaligus penasihat PT Citra Gemini Mulia)," kata jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zainal Abidin saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Pembacaan surat dakwaan dilakukan secara bersama-sama. Kadek disebut sebagai perantara suap antara Dolly dan Pieko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suap dilakukan agar Dolly dan Kadek memberikan long term contract (LTC) atau kontrak jangka panjang kepada Pieko atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi oleh petani gula dan PT PN di seluruh Indonesia. Distribusi gula sejatinya diakomodasi melalui PT PN III holding perkebunan.
 
LTC merupakan kontrak jangka panjang yang mewajibkan pembeli gula membeli dengan ikatan perjanjian dengan PT PN III dengan harga ditentukan setiap bulan. Hal ini guna mencegah permainan dari pembeli yang hanya membeli gula saat harga murah.
 
"Perbuatan terdakwa yang bertentangan dengan kewajiban terdakwa selaku penyelenggara negara," ujar jaksa Zainal.
 
Dolly dan Kadek didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau 11 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
Dolly dan Kadek tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut. Agenda sidang berikutnya yakni pembuktian dari saksi-saksi. Dolly turut mengajukan permohonan justice collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif