Kepala Divisi Humas Polri Irjen M. Iqbal. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id
Kepala Divisi Humas Polri Irjen M. Iqbal. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id

Polri: Kasus Buku Merah Sudah Selesai

Nasional Buku Merah KPK
Candra Yuri Nuralam • 24 Oktober 2019 15:26
Jakarta: Polri memastikan kasus buku merah sudah selesai. Hasil gelar perkara dalam kasus tersebut tidak ditemukan adanya penyobekan buku merah.
 
"Kami sudah melakukan gelar perkara sejak lama, tanggal 31 Oktober 2018," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Buku merah merupakan barang bukti dalam kasus dugaan suap impor daging oleh pengusaha Basuki Hariman terhadap mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar. Buku itu berisi puluhan transaksi keuangan, yang sebagian diduga mengalir ke Tito Karnavian saat menjabat kapolda metro jaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iqbal mengatakan gelar perkara dilakukan transparan. Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Agung juga turut menyaksikannya. "Tiga unsur KPK yang ikut gelar perkara yaitu dari Biro Hukum, Biro Koordinasi dan Supervisi serta Pengawas Internal," ucap dia.
 
Dari hasil gelar perkara, tegas dia, tidak ditemukan adanya dugaan perbuatan melawan hukum berupa penyobekan buku merah. Dengan begitu, penyelidikan kasus tersebut sudah selesai.
 
"Semua yang mengikuti proses gelar perkara sepakat tidak terbukti adanya perobekan barang bukti sebagaimana yang diisukan," tegas Iqbal.
 
Menurut Iqbal, penyebaran rekaman dugaan penyobekan buku merah yang dilakukan penyidik KPK dari instansi Polri sangat tidak mendasar. Dia menyebut penyebaran rekaman itu hanya untuk menjatuhkan muruah kepolisian.
 
"Bahkan dalam rekaman CCTV yang beredar, sengaja disebarkan untuk menggiring opini tak berdasar, itu juga tidak ditemukan bukti terjadinya proses perusakan," ujar Iqbal.
 
Ketua KPK Agus Rahardjo sebelumnya menyatakan KPK telah memeriksa rekaman CCTV soal penyobekan buku merah. Menurut dia, tidak ditemukan fakta adanya penyobekan tersebut.
 
"Pengawas internal sudah memeriksa kamera, kamera memang terekam, tapi secara ada penyobekan, tidak terlihat di kamera itu," kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif