Komisioner KPU Wahyu Setiawan/Antara/Dhemas Reviyanto
Komisioner KPU Wahyu Setiawan/Antara/Dhemas Reviyanto

Suap PAW PDIP Mengkhianati Kerja Keras KPU

Nasional OTT KPK
Juven Martua Sitompul • 10 Januari 2020 16:20
Jakarta: Kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, yang menyeret Komisioner KPU Wahyu Setiawan memprihatinkan. Kasus ini bahkan disebut telah mengkhianati kerja keras KPU selama puluhan tahun dalam membangun integritas lembaga.
 
Anggota DPD Fahira Idris juga menilai kasus ini memperlihatkan kepada publik adanya potensi praktik korupsi pada proses hingga berakhirnya Pemilu. Kasus ini juga menjadi peringatan keras bagi komisioner KPU pusat atau daerah untuk menjaga integritas sepanjang periode jabatannya.
 
"Integritas itu nyawa bagi para penyelenggara pemilu. Kasus ini membuka mata publik bahwa walau tahapan pemilu sudah selesai, praktik kangkalikong antara penyelenggara dengan peserta pemilu masih bisa terjadi," kata Fahira melalui keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fahira mengapresiasi kerja KPK yang mampu mengendus praktik kotor ini dan mampu menjaring para pelaku melalui operasi tangkap tangan (OTT). Dia berharap kasus ini menjadi ultimatum bagi penyelenggara Pemilu, partai politik dan para caleg.
 
Fahira berharap pengusutan kasus tidak hanya berhenti di pihak-pihak yang tertangkap tangan. Dia ingin KPK mengembangkan perkara dan menjerat semua pihak yang terlibat dalam praktik kotor tersebut. Khususnya, menangkap inisiator suap dan mengungkap sumber uang suap.
 
"Pengungkapan kasus ini secara tuntas menjadi penting tidak hanya bagi KPU tetapi juga bagi demokrasi kita," pungkasnya.
 
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap yang menyeret Wahyu. Wahyu dan orang kepercayaannya, sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful merupakan salah satu staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
 
Harun Masiku yang masih berstatus buron diminta segera menyerahkan diri. Sedangkan, tiga tersangka lain telah dijeblokan ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif