Logo Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih. (Foto: MI/Susanto)
Logo Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih. (Foto: MI/Susanto)

Tiga Tersangka Suap Proyek Pemkab Bengkayang Ditahan

Nasional kpk pemerintah daerah
Fachri Audhia Hafiez • 14 September 2019 08:01
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tiga pengusaha terkait kasus suap proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat tahun 2019. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
 
"YS (Yosef), BF (Bun Si Fat), dan PS (Pandus) ketiganya swasta ditahan 20 hari pertama di Rutan Polda Metro Jaya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta seperti dilansir Antara, Jumat, 13 September 2019.
 
Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan empat tersangka lainnya, yakni Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang Aleksius serta Nelly Margaretha dan Rodi dari unsur swasta. Dalam konstruksi perkara disebutkan bahwa Suryadman meminta uang kepada Aleksius.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Permintaan uang tersebut dilakukan Suryadman atas pemberian anggaran penunjukan langsung tambahan APBD-Perubahan 2019 kepada Dinas PUPR sebesar Rp7,5 miliar dan Dinas Pendidikan sebesar Rp6 miliar.
 
Suryadman diduga meminta uang kepada Aleksius dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Agustinus Yan masing-masing sebesar Rp300 juta. Uang tersebut diduga diperlukan Suryadman untuk menyelesaikan permasalahan pribadinya.
 
Menindaklanjuti hal tersebut, Aleksius menghubungi beberapa rekanan untuk menawarkan proyek pekerjaan penunjukan langsung dengan syarat memenuhi setoran di awal. Hal itu dilakukan dikarenakan uang setoran tersebut diperlukan segera untuk memenuhi permintaan dari Bupati.
 
Untuk satu paket pekerjaan penunjukan langsung dimintakan setoran sebesar Rp20-25 juta atau minimal sekitar 10 persen dari nilai maksimal pekerjaan penunjukan langsung yaitu Rp200 juta. Kemudian, Aleksius menerima setoran tunai dari beberapa rekanan proyek yang menyepakati fee sebagaimana disebut sebelumnya, terkait paket pekerjaan penunjukan langsung melalui staf honorer pada Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang Fitri Julihardi.
 
Dengan rincian sebagai berikut pertama Rp120 juta dari Bun Si Fat, Rp160 juta dari Pandus, Yosef, dan Rodi serta Rp60 juta dari Nelly Margaretha. Dalam kegiatan tangkap tangan kasus tersebut, KPK turut mengamankan barang bukti berupa handphone, buku tabungan, dan uang sebesar Rp336 juta dalam bentuk pecahan 100 ribu rupiah.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif