Presiden Joko Widodo. MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo. MI/Ramdani

Presiden Janji Secepatnya Rampungkan Amnesti Baiq Nuril

Nasional pelecehan seksual
Damar Iradat • 12 Juli 2019 04:30
Labuan Bajo: Presiden Joko Widodo menyebut bakal segera menyelesaikan pemberian amnesti kepada Baiq Nuril. Saat ini, kajian hukum pemberian amnesti Baiq Nuril sudah berada di tangan Kementerian Hukum dan HAM.
 
Kemenkumham seperti diketahui sudah memberikan surat rekomendasi pemberian amnesti kepada Baiq Nuril. Namun, Jokowi mengaku belum menerima surat rekomendasi tersebut.
 
"Begitu sampai ke saya, saya selesaikan" kata Jokowi di Pulau Rinca, Kamis, 11 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, anggota tim advokasi Baiq Nuril, Erasmus Napitupulu, menyebut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly telah memberikan surat rekomendasi pemberian amnesti. Nuril sudah diminta untuk menandatangani surat rekomendasi.
 
“Kemenkum HAM tadi pagi meminta tim kami datang ke sana juga untuk kemudian Ibu Nuril bersama Menkum HAM menandatangani surat rekomendasi dari Menkum HAM terkait dengan pemberian amnesti kepada Ibu Nuril," kata Erasmus, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Baca Juga:Menkumham Tandatangani Surat Rekomendasi Amnesti Baiq Nuril
 
Erasmus meyakini terbitnya surat rekomendasi dari Menkumham makin menguatkan sinyal pemberian pengampunan. Meski begitu, kata Erasmus, keputusan pemberian amnesti tetap ada di tangan Presiden Joko Widodo.
 
”Dengan begitu kami berharap Presiden bisa cepat mempertimbangkan, nanti DPR juga kita dapat kabar baik bahwa beberapa anggota DPR sudah oke memberikan amnesti," kata dia.
 
Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodawardhani mengatakan pertemuan Nuril dengan Jokowi harus menunggu jadwal presiden terlebih dulu. Dia memastikan presiden memiliki komitmen dan perhatian terkait kasus Nuril.
 
"Soal pertemuan dengan Presiden, saya rasa ini harus menunggu jadwal Presiden. Kami di KSP menerima kawan-kawan juga atas arahan dari Kepala Staf Kepresidenan," jelas dia.
 
Sebelumnya, terdakwa Nuril menemui Yasonna Laoly pada Senin, 8 Juli 2019. Dia membahas pengajuan amnesti kepada Presiden Joko Widodo setelah permohonan peninjauan kembali (PK) ditolak Mahkamah Agung (MA).
 
Dalam pertemuan tersebut, Baiq Nuril didampingi politikus PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka dan kuasa hukumnya, Joko Jumadi. Tidak banyak kata yang terlontar dari Nuril. Ia hanya bersyukur atas dukungan publik kepadanya.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif