BNPT Bangun Sinergi dengan Kejagung
Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (kiri) dan Jaksa Agung HM Prasetyo. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Jakarta: Kejaksaan Agung RI dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjalin kerja sama penanganan terorisme. Nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) ini dibuat untuk membangun sinergi dalam mengoptimalkan tugas.
 
"Kegiatan penanda tanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama BNPT dengan Kejagung ini kita nyatakan penting dan strategis," ujar Jaksa Agung HM Prasetyo di Kompleks Kejagung, Selasa, 3 Juli 2018.
 
Menurut Prasetyo, aksi terorisme menimbulkan ketakutan secara luas yang mengganggu dan mengancam ketentraman masyarakat. Ancaman aksi teror juga menjadi peringatan sekaligus memperlihatkan secara jelas bahwa terorisme telah menjamur membentuk sel-sel jaringan yang terjaring satu sama lain.
 
"Sejalan dengan munculnya berbagai aksi teror bahkan dilakukannnya aksi pengeboman dan ancaman terorisme yang datang silih berganti di antaranya telah merusak obyek vital dan strategis lingkungan hidup fasilitas publik juga menimbulkan korban luka bahkan cukup banyak dan mengakibatkan korban meninggal dunia," ungkapnya.
 
Ia menambahkan, kerja sama ini  meliputi berbagai kegiatan yang saling menunjang tugas pokok dan fungsi masing-masing lembaga. Selain itu, acara yang disaksikan seluruh kepala kejaksaan tinggi ini dilakukan untuk mendukung peningkatan kinerja.
 
"Kerja sama ini langkah maju bagi BNPT dan jaksa dalam meningkatkan efisiensi dan sinergisitas, optimalisasi inteleijen melalui pertukaran data dan informasi," ucap Prasetyo.
 
Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan hasil kerja sama ini sebagai dasar pijakan untuk menyinergikan penyelenggaraan penanggulangan terorisme di Indonesia. Penegakan hukum tindak pidana terorisme dan penyebaran paham radikalisme bisa berjalan optimal.
 
"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Jaksa Agung dan pada pejabat yang telah maju menangani semuanya. Kegiatan ini menjadi bagian upaya kita membangun sinergi yang maksimal, antara BNPT dengan Kejaksaan Agung," tuturnya.

Baca: Bergerak Bersama Menghadapi Terorisme

Ada bebarapa poin yang menjadi ruang lingkup kerja sama seperti pertukaran data informasi penyebaran terorisme dan penanggulangan terorisme. Tak hanya itu, sosialisasi kepada masyarakat umum terkait pencegahan penyebaran ajaran terorisme juga bakal dilakukan.
 
"Kemudian penyelenggaraan pengawasan terhadap orang, paham-paham radikalisme, aksi demonstrasi, dan paham terorisme. Bagaimana kita mengamati pengawasan terhadap orang, barang, alat karena sudah ada modus-modus yang canggih pada saat itu," ucapnya.
 
Kerja sama juga dilakukan dalam  pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum dan tindakan hukum lain di bidang perdata dan tata usaha negara. Penugasan jaksa di lembaga BNPT juga menjadi bagian yang tak terlewatkan.
 
"Tidak mudah penegakan hukum ini, pasti ada gejolak, pasti ada resistensi, pasti ada perlawanan. Maka dari itu membutuhkan teman-teman Kejagung, sebagai pengacara negara untuk bisa membantu mlaksnakan penegakan hukum secara maksimal," kata Suhardi.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id