Tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana John Kei/Medcom.id/Siti.
Tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana John Kei/Medcom.id/Siti.

John Kei Segera Diadili

Nasional penganiayaan pembunuhan John Kei
Siti Yona Hukmana • 19 Oktober 2020 16:44
Jakarta: John Kei, tersangka kasus perusakan dan percobaan pembunuhan, segera diadili. Dia dipindahkan ke tahanan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta hari ini.
 
"Pas hari ini P21 (berkas lengkap), sudah pas 120 hari," kata John Kei di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Berkas perkara tahap pertama John Kei dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada 19 Agustus 2020. Hari ini polisi menyerahkan barang bukti dan tersangka ke JPU. John Kei mengaku siap menjalani persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau sudah P21 artinya kita sudah siap untuk disidangkan," ujar John Kei.
 
Saat dibawa ke tahanan Kejati DKI, John Kei membuat pengakuan bahwa dirinya tak memiliki hubungan darah dengan Nus Kei yang sebelumnya disebut pamannya. Dia mengatakan Nus Kei adalah anak buah yang dibawa dari Ambon, Maluku.
 
"Saya bawa dia ke Jakarta dan saya yang bikin dia hidup di Jakarta," beber John Kei.
 
Baca:Masa Penahanan Jhon Kei Diperpanjang
 
John Kei mengungkapkan permasalahannya dengan Nus Kei terjadi karena uang. Dia menyebut Nus Kei mendatanginya di Salemba, Jakarta Pusat, untuk meminjam uang Rp1 miliar. Nus Kei disebut berjanji mengembalikan uang itu sebanyak Rp2 miliar dalam waktu enam bulan.
 
"Nah dari 2013 sampai saya bebas dia enggak datang. Saya kirim utusan ke rumahnya dia enggak keluar. Makanya saya kirim anak-anak dari kampung sendiri untuk menagih ke dia tapi dia enggak datang," kata John Kei.
 
Naik pitam, John Kei mengutus anak buahnya Daniel Farfar ke kediaman Nus Kei menagih uang tersebut. John Kei mengaku mengutus anak buah hanya untuk meminta uang, bukan untuk membuat kerusuhan.
 
"Jadi, kalau untuk peristiwa apa pun saya enggak tahu. Kan hak saya, kalau saya suruh menagih saya salah? Enggak mungkin saya baru bebas tujuh tahun 10 bulan di penjara lalu saya berbuat masalah berarti saya orang gila, saya masih waras," tutur dia.
 
Sebelumnya, John Kei bersama anak buahnya melakukan kekerasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat, dan Green Lake City, Tangerang, pada Minggu siang, 21 Juni 2020. John Kei dan 29 anak buahnya ditangkap setelah aksi tersebut.
 
John Kei dan anak buahnya dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Senjata Api dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Selain itu, John Kei dan kroninya juga dijerat Pasal 169 KUHP tentang Pemufakatan Jahat, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Mereka terancam hukuman mati.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif