Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. MI.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. MI.

Moeldoko Sebut Medan di Sigi Sulit Dikuasai Aparat Keamanan

Nasional terorisme teroris
Andhika Prasetyo • 02 Desember 2020 03:27
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui medan tempat kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) bersembunyi tidak mudah dikuasai. Kondisi geografis berupa pegunungan dan hutan kerap menyulitkan mobilitas aparat keamanan.
 
"Saya tahu persis medan di sana. Gunungnya berlapis-lapis, itu sangat luas. Hutannya juga masih cukup lebat dan masyarakat itu tinggal cukup berjauhan sehingga untuk menjaga rasa aman mereka memang tidak mudah," ujar Moeldoko di kantornya, Jakarta, Selasa, 1 Desember 2020.
 
Dia telah memberi masukan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Salah satunya melakukan intervensi dengan menggunakan wilayah tersebut sebagai pusat latihan operasi gabungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Moeldoko mengungkapkan hal serupa pernah ia terapkan saat masih menjabat sebagai panglima TNI. "Dan itu akhirnya merusak konsentrasi mereka. Polisi tinggal menangkap di bawah," papar dia.
 
(Baca: Pasukan Khusus TNI Pemburu Kelompok MIT Tiba di Palu)
 
Moeldoko khawatir situasi tidak kunjung membaik bila TNI tidak turun tangan. Dia menyebut Polri memiliki keterbatasan bergerak di medan yang sangat sulit seperti di Sigi dan Poso, Sulawesi Tengah.
 
"Kolaborasi antara TNI dan Polri sangat diperlukan karena kedua tim ini memiliki batas kemampuan masing-masing. Sementara, MIT ini, dalam jumlah yang kecil, bisa membaur dengan masyarakat. Mereka punya manuver cepat karena sudah tahu daerah operasi mereka," tutur dia.
 
Sementara itu, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Agus Widjojo menjelaskan pengerahan TNI dalam penanganan terorisme harus berdasarkan perintah presiden. Panglima TNI hanya dapat menentukan cara melaksanakan tugas dan tidak bisa membuat keputusan politik.
 
"Harus ada pernyataan publik yang terbuka untuk kontrol publik dan DPR. Ini tidak bisa dilaksanakan secara otomatis," ujar Agus.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif