KPK Pertajam Bukti Buat Jerat Pihak Lain di KTP-el

Juven Martua Sitompul 23 Juni 2018 00:59 WIB
korupsi e-ktp
KPK Pertajam Bukti Buat Jerat Pihak Lain di KTP-el
Juru bicara KPK Febri Diansyah--Antara/Reno Esnir
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertajam bukti-bukti dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan korupsi KTP-el. Bukti dan fakta yang sudah dikantongi penyidik itu dipertajam melalui pemeriksaan mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi (IHP).

"Hari ini penyidik melakukan klarifikasi dan penajaman-penajaman terkait dengan informasi aliran dana baik yang sudah terungkap di persidangan atau yang sudah disampaikan oleh saksi-saksi lain," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018.

Irvanto, yang menyandang status tersangka dalam kasus ini sudah berkali-kali menyebut adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus KTP-el. Terakhir, keponakan mantan Ketua DPR RI Setya Novanto itu mengungkap sejumlah nama yang menikmati aliran uang haram dari megaproyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.


Febri mengakui kesaksian Irvanto soal nama-nama yang kecipratan uang korupsi bakal diperkuat dengan keterangan saksi lain dan bukti yang ada. Bahkan, untuk memperkuat bukti-bukti itu penyidik memperpanjang masa penahanan Irvanto selama 30 hari ke depan.

"Jadi diklarifikasi dan dipertajam karena untuk tersangka IHP ini penahanan 30 hari akan habis sekitar pertengahan Juli 2018," pungkasnya.

Baca: KPK Bidik Tersangka Baru KTP-el Lewat Keponakan Novanto

Dalam beberapa hari terakhir penyidik Lembaga Antikorupsi juga telah melakukan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah anggota DPR. Mereka yang dipanggil untuk ditelisik soal dugaan aliran dana korupsi KTP-el ke pihak-pihak lain yakni Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Kemudian, mantan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Melchias Marcus Mekeng, mantan Wakil Ketua Banggar Mirwan Amir, mantan Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa dan mantan anggota Komisi II Khatibul Umam Wiranu.

Lalu, anggota DPR Fraksi PDIP Arif Wibowo, mantan Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah, mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf.

KPK baru-baru ini memberi sinyal tengah membuka penyelidikan baru terkait kasus dugaan korupsi KTP-el. Tak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dalam kasus megakorupsi yang telah merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.

Saat ini, kasus korupsi KTP-el masih terus bergulir. Sepanjang proses penyidikan sampai ke persidangan, sejumlah nama lama atau nama baru yang diduga terlibat terus bermunculan.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id