Tulisan teror yang ditemukan di dinding Universitas Pattimura, Ambon. Foto:Istimewa.
Tulisan teror yang ditemukan di dinding Universitas Pattimura, Ambon. Foto:Istimewa.

Teror ISIS Ditemukan di Universitas Pattimura

Nasional terorisme
Cindy • 15 Agustus 2019 14:53
Ambon: Polda Maluku tengah menyelidiki tulisan bernada teror dari kelompok mengaku Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di dinding Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Pesan itu bernada ancaman mengembom universitas itu.
 
"Benar ada tulisan di dinding tentang hal tersebut. Ditreskrimum Polda Maluku sedang menyelidiki," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku Kombes Pol Roem Ohoirat saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Roem menyebut telah memeriksa sejumlah saksi yakni tukang bersih-bersih berinisial RL (Rasul Lakadimu), satpam berinisial ST (Sandro Tetelepta), dan Dekan Fakultas Ekonomi Unpatti berinisial EL (Earli Lewakabessy).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tulisan bernada teror itu ditemukan RL pada Rabu, 14 Agustus 2019 sekitar pukul 07.15 WIT. Tulisan itu tertoreh di dinding sebelah kiri lorong Ruang Tunggu Fakultas Ekonomi.
 
"Setelah melihat tulisan tersebut dirinya (RL) langsung memberitahukan kepada Security Unpatti (ST)," ucap Roem.
 
Baca: Pengamanan di Papua Tak Berubah
 
ST dan RL pun mengecek tulisan itu. Tulisan itu berbunyi, 'Kami anggota teroris mengancam akan bom Universitas Pattimura dan semuanya, ISIS'. Namun, saat penggantian piket jaga, ST mengaku lupa memberi tahu rekan satpamnya.
 
Berdasarkan keterangan RL, pada Selasa, 13 Agustus 2019 dari pukul 15.00 WIT s.d jam 22.00 WIT, ruangan itu digunakan untuk kegiatan Pemilihan Dewan Mahasiswa Fakultas Ekonomi. Setengah jam kemudian, RL menutup pagar ruangan dan pulang.
 
"Dekan Fakultas Ekonomi Unpatti berinisial EL juga mengatakan hal yang sama. Bahwa telah dilaksanakan kegiatan Pemilihan Dewan Mahasiswa Fakultas Ekonomi pada waktu itu," terang Roem.
 
Keterangan dari EL, ada empat kandidat dari pemilihan dewan mahasiswa yakni AL (Adolf Larwafu), JA (Jansen Atuany), BT (Bagas Tuankota), dan JD (Jihan Damat). Pada saat proses pemilihan sempat terjadi perdebatan antar para kandidat.
 
"Namun berakhir dengan aman dan terkendali. Sering terjadi perdebatan dalam setiap pemilihan Dewan Mahasiswa dan tidak pernah terjadi tindak kekerasan," tutur Roem.
 
Roem menjelaskan ancaman bom tersebut pernah terjadi di beberapa bank swasta di Kota Ambon. Pelaku pun telah tertangkap. "Jadi masyarakat diminta tenang dan tidak terprovokasi karena sudah ditangani Polri," tandasnya.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif