Terdakwa kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta. (Foto ANTARA Dhemas Reviyanto)
Terdakwa kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta. (Foto ANTARA Dhemas Reviyanto)

Bowo Sidik Bersaksi di Sidang Indung

Nasional kasus suap
Faisal Abdalla • 16 September 2019 12:38
Jakarta: Eks anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso akan bersaksi dalam kasus suap jasa angkut distribusi pupuk untuk terdakwa Direktur PT Inersia Ampak Engineer, Indung Andriani, di Pengadilan Tipikor Jakarta. Indung didakwa membantu Bowo menerima uang dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).
 
"Hari ini kami menghadirkan empat saksi," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikhsan Fernandi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019.
 
Jaksa KPK juga menghadirkan penyuap Bowo, yaitu Manager Commercial PT HTK, Asty Winasti. Asty sudah divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider empat bulan dalam kasus ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Staf Keuangan PT HTK Desi Ardinesti dan Keduanya yakni, Staf Marketing PT HTK Benny Wiedhata juga akan dihadirkan untuk bersaksi dalam kasus ini.
 
Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah Asty, Bowo, dan Indung. Bowo dan Idung sebagai penerima, sedangkan Asty pemberi suap.
 
Bowo diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut, USD2 per metrik ton. Diduga, dia sudah enam kali menerima fee di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel, dan kantor PT HTK sejumlah Rp221 juta, dan USD85,130.
 
Dari Bowo, penyidik menyita uang sebesar Rp8 miliar dalam 82 kardus, dan dua boks kontainer. Uang Rp8 miliar itu terdiri dari pecahan Rp50 ribu, dan Rp20 ribu yang sudah dimasukkan ke dalam amplop putih.
 
Bowo dan Indung selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Asty selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif