Tersangka penganiaya Ninoy Karundeng. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Tersangka penganiaya Ninoy Karundeng. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

15 Orang Jadi Tersangka Penganiaya Ninoy

Nasional Ninoy Karundeng
Candra Yuri Nuralam • 23 Oktober 2019 08:22
Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya terus menyelidiki kasus penganiayaan pada Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Kini, tersangka menjadi 15 orang.
 
Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi mengungkapkan tersangka memiliki peran berbeda.
 
"Pertama, AA, dia Laki-laki berusia 42 tahun. Perannya menyebarkan video pengeroyokan Ninoy, menyebar konten hasutan ke grup WA Garuda Muda Foundation," kata Dedy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 22 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, YY, 54. YY berperan menyebarkan video pengeroyokan Ninoy dan menyebar hasutan ke grup WhatsApp Teras Depan Brighten.
 
Selanjunya, ARS berperan menyebarkan video Ninoy dan menyebarkan hasutan di grup WhatsApp Garuda Muda Foundation.
 
"Tersangka keempat berinisial RF berjenis kelamin laki-laki umur 22 tahun. RF berperan sebagai otak perencana pembunuhan Ninoy menggunakan kapak dan membuang jasadnya ke lokasi demo menggunakan ambulans," tutur Dedy.
 
RF mengambil gawai milik korban dan data di dalamnya buat digandakan. Dedy menyebut RF berperan besar dalam kasus Ninoy.
 
Kemudian, S, 49, ditangkap lantaran mengetahui penganiayaan Ninoy tanpa melakukan pertolongan. Dia juga melakukan penggandaan data dari gawai milik Ninoy.
 
Selanjutnya TRI, memerintahkan pengantaran logistik dalam kasus pengeroyokan Ninoy.
"Saat ini TRI ditangguhkan penahanannya namun proses hukum tetap berlanjut untuk diserahkan Kejaksaan," ujar Dedy.
 
15 Orang Jadi Tersangka Penganiaya Ninoy
Polisi menunjukkan penganiayaan pada Ninoy Karundeng. Foto: Candra Yuri Nuralam
 
Dedy menambahkan tersangka berikutnya, SR. Dia bertugas melakukan penggandaan data di gawai Ninoy sebelum diamankan pihak kepolisian.
 
Tersangka kesembilan RI atau Baros. Dia ditangkap lantaran ada di lokasi dan tidak melakukan apa pun saat korban dianiaya.
 
"Baros juga membantu merekam saat Ninoy dianiaya. Kami sudah mengambil ponselnya untuk dijadikan barang bukti," tutur Dedy.
 
Tersangka kesepuluh ABK. Dedy menyebut dia memukul wajah Ninoy dan melakukan intimidasi. "ABK juga yang merencanakan pembunuhan sama seperti RF," ujar Dedy.
 
Tersangka kesebelas R. Dia ditangkap lantaran melakukan penganiayaan pada Ninoy. R juga melakukan intimidasi dan interograsi kepada Ninoy.
 
Selanjutnya, IA. Dia ditangkap lantaran merencanakan pembunuhan pada Ninoy.
Kemudian, BDY atau Bernard yang berperan membawa Ninoy ke dalam masjid. BDY juga memerintahkan Ninoy agar tidak keluar masjid dan membantu tersangka lain melakukan interogasi.
 
Dedy menambahkan polisi menersangkakan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah, F alias Ferry, 47. Ferry berada di TKP namun tidak membantu Ninoy.
 
"Saat ini Ferry sedang ditangguhkan karena sakit, dia yang menyuruh Ninoy membuat surat pernyataan," ujar Dedy.
 
Tersangka selanjutnya, tim medis berinisial IZH. Dia berperan melakukan interograsi kepada Ninoy dan memesankan mobil bak terbuka melalui aplikasi daring. Terakhir, YI alias Jerri. Dia ditangkap lantaran turut serta menganiaya Ninoy.
 
Para tersangka dijerat Pasal 48 ayat (1) dan ayat (2) Jo pasal 32 ayat (1) dan ayat (2) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dan atau pasal 333 KUHP dengan ancaman hukuman di atas sembilan tahun penjara.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif