Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. ANT/Indrianto Eko.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. ANT/Indrianto Eko.

Jamaah Islamiyah Berpotensi Dikenakan Pasal Pencucian Uang

Nasional terorisme
Theofilus Ifan Sucipto • 12 Juli 2019 17:19
Jakarta: Kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) berpotensi dikenakan tindak pidana pencucian uang. JI diduga mengumpulkan kekuatan ekonomi mendanai aksi terorisme.
 
"Iya, nantinya (dikenakan)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Birgjen Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Polisi sedang melacak struktur organisasi JI hingga ke akarnya. Polisi akan memetakan pola dan aliran dana jika semua deputi JI ditangkap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti dilihat dana yang sudah dihimpun berapa kemudian disalurkan ke mana saja," ujarnya.
 
Polisi tengah mengaudit nilai aset yang dimiliki organisasi tersebut. Salah satu aset yang disebut menjadi sumber pendanaan JI ialah kebun sawit. Namun, Dedi enggan membeberkan luas kebun itu.
 
Baca: Polri Ungkap Canggihnya Organisasi Teroris Jamaah Islamiyah di Indonesia
 
Sebelumnya, Dedi mengungkapkan pemimpin Jamaah Islamiyah (JI), PW, memiliki pondasi ekonomi yang kuat untuk membiayai jaringan terorisnya. PW memiliki usaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan dan Sumatera.
 
Dedi menuturkan pejabat di dalam struktur jaringan JI digaji Rp10-15 juta per bulan. Mereka aktif membangun ekonomi, merekrut peserta dan pelatihan untuk membuat khilafah di Indonesia.
 
Namun kepolisian mendalami usaha lain milik PW, selain dari industri kelapa sawit. Polisi mengendus ada aliran dana lain yang diterima jaringan teroris JI.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif