Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yenti Ginarsih. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yenti Ginarsih. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Pansel Capim KPK Tak Punya Kandidat Favorit

Nasional seleksi pimpinan kpk
Candra Yuri Nuralam • 14 Juli 2019 12:37
Jakarta: Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) Yenti Garnasih mengaku tak punya kandidat favorit. Dia hanya akan mencari sosok terbaik.
 
"Pansel sih netral. Pemilihan sesuai dengan hasil seleksi," kata Yenti kepada Medcom.id, Minggu, 14 Juli 2019.
 
Yenti mengatakan pihaknya tidak memberikan siapa pun keistimewaan. Setiap calon disamaratakan. Mereka harus lolos tahapan administrasi dan tahap lainnya. Pansel akan memilih satu yang terbaik dari keseluruhan capim yang mendaftar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sama saja hanya seleksi administrasi. Tidak kata akomodasi dan tidak netral. Kita independen," ujar Yenti.
 
Menurut dia, Pansel tidak hanya mencari pimpinan yang bisa menguak korupsi di Tanah Air. Pimpinan itu harus juga bisa mengatur permasalahan internal KPK.
 
Jiwa kepemimpinan dari para capim akan dinilai. Pansel mencari orang yang bisa mengawasi bagian dalam maupun luar KPK.
 
Sebanyak 192 orang pendaftar capim KPK dinyatakan lulus seleksi administrasi oleh Pansel. Mereka berhasil menyingkirkan 376 pendaftar.
 
"Ini merupakan hasil seleksi administrasi yang mulai kita kerjakan mulai tanggal 4 Juli sampai dengan tadi malam," kata Yenti di Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), Jakarta Pusat, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Yenti sekaligus mengoreksi jumlah pendaftar. Sebelumnya, Pansel Capim KPK menyebut sebanyak 384 orang mendaftar. Mereka mendaftar lewat surel dan fisik dengan menyerahkan berkas-berkas persyaratan ke Setneg.
 
Baca: Pansel KPK Pantau Isu 'Polisi Taliban vs Polisi India'
 
Pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, terang Yenti, wajib mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu uji kompetensi. Tahapan ini menguji pendaftar terkait objektif tes dan penulisan makalah.
 
Uji kompetensi dilaksanakan pada Kamis, 18 Juli 2019, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Setneg, Cilandak, Jakarta Selatan. Tes dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.
 
Setelah seleksi administrasi, ada 12 tahapan lagi sebelum memilih calon pimpinan KPK yang baru. Hal itu di antaranya pengumuman hasil seleksi administrasi, meminta tanggapan masyarakat, uji kompetensi (objektif tes dan penulisan naskah), pengumuman hasil uji kompetensi, psikotes, dan pengumuman hasil psikotes, asesmen profil, penelusuran rekam jejak, uji publik, tes kesehatan, wawancara, hingga penyampaian laporan pansel kepada presiden.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif