Tersangka ditahan. Ilustrasi: Medcom.id/Syahmaidar.
Tersangka ditahan. Ilustrasi: Medcom.id/Syahmaidar.

Pengancam Penggal Kepala Jokowi Ajukan Tahanan Kota

Nasional ujaran kebencian
Siti Yona Hukmana • 21 Juni 2019 16:27
Jakarta: Hermawan Susanto (HS), 25, tersangka pengancam Presiden Joko Widodo, mengklaim melayangkan permohonan penangguhan penahanan menjadi tahanan kota ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Alasannya, ingin menikah.
 
Hermawan merupakan tersangka pengancam penggal kepala Jokowi. Dia ditahan di Ruang Tahanan (Rutan) Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya sejak Selasa, 14 Mei 2019.
 
"Pihak Ditreskrimum dan Dit Tahti belum memberikan tanggapan atas surat permohonan penangguhan penahanan atau pun izin waktu dan tempat untuk HS bisa melangsungkan ijab kabul di tahanan sebagaimana yang kami ajukan," kata kuasa hukum HS, Sugiarto, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, hari ini Rutan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya telah memfasilitasi pernikahan tersangka kerusuhan 22 Mei 2019, Adi Cikal Rama Saputra. Prosesi ijab kabul dilaksanakan di ruang tahanan dengan dihadiri kedua orang tua mempelai.
 
Terkait HS, Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dir Tahti) AKBP Barnabas mengaku belum menerima surat izin menikahnya. Jika surat sudah masuk, ia akan mengevaluasi terlebih dahulu dan tidak menutup kemungkinan untuk diizinkan menikah di rutan.
 
"Mereka (pihak HS) belum meminta izin menikah. Kami belum terima surat izinnya.
Nanti, harus seizin Dit Tahti dan penyidik," aku Barnabas kepada Medcom.id.
 
Baca: Pengancam Penggal Kepala Memohon Maaf kepada Jokowi
 
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut polisi tidak pernah melarang tersangka untuk menikah. Polda Metro Jaya dipastikan akan memfasilitasi hal itu.
 
"Memang fasilitas di rutan untuk nikah bisa dilakukan. Tadi pagi ada pernikahan yang dilakukan dan kita berikan peluang kepada keluarga kedua belah pihak, dengan perangkat sidang (kantor urusan agama) kita fasilitasi semua di dalam rutan," jelas Argo.
 
Sementara itu, Hermawan terancam pasal berlapis, yakni Pasal 104 KUHP tentang Tindak Pidana Kejahatan terhadap Keamanan Negara dan Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentan Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Teknologi Informasi (ITE). Dia diancam pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif