Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, Firli Bahuri. Foto: MI/Susanto
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, Firli Bahuri. Foto: MI/Susanto

Makna Hari Antikorupsi Bagi Firli

Nasional Hari Antikorupsi Internasional
Sri Yanti Nainggolan • 10 Desember 2019 02:00
Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih Komjen Pol Firli Bahuri memiliki makna penting untuk Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada Senin, 9 Desember 2019. Menurut dia, ini pertanda keprihatinan.
 
"Pertama, peringatan Hari Antikorupsi berarti ada keprihatinan tentang situasi korupsi," ujar dia dalam Program Opsi 2 Sisi di Metro TV, Senin, 9 Desember 2019.
 
Menurut Firli, hanya negara yang masih memiliki masalah korupsi yang memperingati Hari Antikorupsi. Tujuan peringatan itu sendiri adalah menyadarkan bahwa pemberantasan korupsi merupakan masalah serius.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia berada pada peringkat 38 dari 108 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi tahun 2018. Data dari Transparency International Indonesia (TII) tersebut menunjukan stagnansi karena hanya naik satu peringkat.
 
Menanggapi hal itu, Firli berkilah bahwa saat ini KPK belum maksimal dalam menjalankan tugas pokok, termasuk berkerja sama dengan instansi lain dalam pemberantasan korupsi. KPK seharusnya menjadi trigger mechanism.
 
"Artinya menggerakkan seluruh instansi pemerintah, seluruh aparatur penegak hukum, seluruh aparatur pengawas internal; kita kerjakan (bersama)," terang dia.
 
Ia yakin, dengan adanya sinergi yang lengkap, maka fungsi KPK dapat terwujud. Selain itu, meskipun para pemimpin sebelumnya juga sudah menggaungkan konsep ini, ia tak ragu untuk mengulangnya.
 
"Betul (sudah dilakukan pemimpin sebelumnya). Tapi untuk mencapai sesuatu, boleh kita mengulang," ujar dia.

 
(BOW)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif