Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez

Sektor SDA Paling Rentan Dikorupsi

Nasional kpk kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 13 Mei 2020 12:42
Jakarta: Sektor sumber daya alam (SDA) menjadi salah satu sumber tindak rasuah yang disoroti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga Antirasuah menangani 27 kasus korupsi di sektor ini.
 
"Yang paling besar di dalam sumber daya alam musuh paling besar adalah tindak pidana korupsi," kata Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK, Wawan Wardiana, dalam diskusi virtual bertajuk 'Penataan Ulang Kebijakan dan Regulasi SDA di Indonesia: Ragam, Masalah dan Pembelajaran', Rabu, 13 Mei 2020.
 
Wawan mengatakan SDA sejatinya punya kontribusi besar kepada negara. Seperti penerimaan negara non-pajak atau penyerapan tenaga kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengungkapkan KPK melalui deputi pencegahan terus melakukan upaya mencegah munculnya koruptor di sektor SDA sejak 2009. Upaya itu dengan membentuk Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNPSDA).
 
(Baca: Korupsi SDA Jadi Penyebab Bencana Alam)
 
"KPK mencoba bekerja dengan teman-teman akademi di perguruan tinggi. Kemudian dengan teman-teman di kementerian lembaga, termasuk juga teman-teman di masyarakat sipil," ujar Wawan.
 
Wawan menyebut GNPSDA telah bekerja sama dengan 27 kementerian/lembaga di 34 provinsi. Dia mengatakan melalui gerakan ini terbentuk upaya memperbaiki tata kelola SDA.
 
"Termasuk di dalamnya komplain terhadap pelaku usaha tadi, kepatuhannya. Kemudian perbaikan sistem, koordinasi supervisi, termasuk beberapa permasalahannya di kementerian/lembaga," ucap Wawan.
 
Ia mencontohkan peran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membantu upaya pencegahan korupsi. Termasuk penegakan hukum khususnya di sektor kehutanan.
 
"Alhamdulillah dengan GNPSDA ini beberapa hal kita dapatkan dampak positifnya, tentunya penerimaan negara bertambah. Itu terkait dengan pengembalian keuangan kepada negara, kemudian penerimaan, penataan izin dan lainnya," tutur Wawan.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif