Ilustrasi demonstrasi penolakan RUU Cipta Kerja. Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Ilustrasi demonstrasi penolakan RUU Cipta Kerja. Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Kerusuhan Demonstrasi Omnibus Law Terencana

Nasional Omnibus Law
Candra Yuri Nuralam • 15 Agustus 2020 17:32
Jakarta: Polisi memeriksa tujuh terduga pelaku kerusuhan demonstrasi omnibus law di depan Gedung DPR. Salah satu pelaku mengaku merencanakan kerusuhan sejak lama.
 
"Satu saja adanya kelompok anak-anak Anarko yang dari Bogor yang memang pada saat 13 Agustus lalu mereka merapatkan untuk membuat satu keonaran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 15 Agustus 2020.
 
Yusri mengatakan pelaku tersebut bahkan sudah menyiapkan seragam untuk beraksi. Strategi kerusuhan dibuat pada 13 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka sudah siapkan dengan membuat kaos dan juga bagaimana caranya bertindak di lapangan," ujar Yusri.
 
Baca:100 Orang Ditangkap Usai Demo Omnibus Law
 
Pihaknya mendalami kasus ini. Polisi tak segan melanjutkan kasus ke tingkat penyidikan jika cukup bukti.
 
"Tidak akan memberi ruang kepada siapapun pada pelaku-pelaku khususnya Anarko ini yang mencoba buat kerusuhan," tegas Yusri.
 
Sebanyak seratus orang ditangkap saat Gerakan buruh bersama rakyat (Gebrak) menggelar demo di depan DPR pada Jumat, 14 Agustus 2020 siang. Namun 92 orang dipulangkan dan menyisakan delapan terduga pelaku kerusuhan.
 
Adapun jumlah tersebut menyusut menjadi tujuh orang hari ini, Sabtu, 15 Agustus 2020. Sebanyak lima di antara tujuh terduga pelaku diketahui merupakan kelompok Anarko. Sementara dua lainnya masih didalami.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif