Sidang gugatan class action banjir DKI Jakarta awal tahun 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang gugatan class action banjir DKI Jakarta awal tahun 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Gugatan Banjir DKI 2020 Berlanjut

Nasional banjir jakarta
Fachri Audhia Hafiez • 17 Maret 2020 14:41
Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan permohonan gugatan class action banjir di DKI Jakarta pada awal 2020. Permohonan gugatan perdata itu dinilai sah dan memenuhi syarat.
 
"Menetapkan, menyatakan penggunaan prosedur gugatan kelompok atau class action dalam perkara gugatan Nomor 27/Pdt.G/2020/PN Jkt.Pst. adalah sah," kata Ketua Majelis Hakim Panji Surono di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Selasa, 17 Maret 2020.
 
Penggugat diminta mengajukan susunan model atau notifikasi untuk memperoleh persetujuan hakim. Dalam gugatannya, penggugat menggunakan model notifikasi opt-out. Susunan model ini akan diajukan pada persidangan berikutnya, Selasa, 31 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggota Tim Advokasi Banjir Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, menjelaskan model notifikasi opt-out, dari 312 orang penggugat akan diberikan kesempatan memilih apakah bersedia ikut dalam proses gugatan atau keluar. Para penggugat yang bersediaa akan dinyatakan sebagai pihak resmi dalam gugatan.
 
"Dalam Peraturan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1 Tahun 2002 tentang Acara Gugatan Perwakilan Kelompok atau Class Action, itu katakan harus diumumkan lagi ditanyakan lagi, apakah ada yang mau keluar. Nanti mereka akan dikasih waktu satu atau dua minggu untuk menjawab, ada formnya lagi," ujar Tigor.
 
Baca: Penggugat Banjir Jakarta Klaim Rugi Rp60,9 Miliar
 
Tigor menyambut baik penetapan majelis hakim yang melanjutkan gugatan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini. Dia meyakini gugatan bakal dikabulkan karena memenuhi syarat tata beracara gugatan class action.
 
"Satu korbannya banyak, korban yang mengajukan 312. Kedua peristiwa nya sama secara substansial, mereka mengalami banjir Jakarta pada tanggal 1 Januari 2020 yang lalu," ujar Tigor.
 
Sebanyak 312 penggugat tersebut merupakan korban banjir berasal dari lima wilayah administrasi DKI Jakarta. Dari Jakarta Barat, ada 150 orang penggugat, Jakarta Selatan 45 orang, Jakarta Utara 21 orang, Jakarta Pusat 9 orang, dan Jakarta Timur 87 orang.
 
Para penggugat diwakili satu orang per wilayah administrasi. Total kerugian yang mereka alami diklaim sebanyak Rp60,9 miliar.
 
Gugatan banjir Jakarta dilayangkan kepada Anies karena dianggap lalai dalam penanganan bencana yang mengakibatkan kerugian masyarakat. Gugatan Nomor 27/Pdt.GS/ClassAction/2020/PN.Jkt.Pst. itu fokus pada dua materi pokok.
 
Pertama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta digugat lantaran tidak menyiapkan early warning system (EWS) terhadap bencana banjir yang dialami warga Jakarta. Kedua, mengenai tidak adanya sistem bantuan darurat.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif