KPK Putuskan Status Hukum Taufik Hari Ini
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan. Foto: Medcom.di/Gervin.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menentukan  status hukum Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, hari ini. Wakil ketua umum PAN itu diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi dana alokasi khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
 
"Saya kira mungkin besok ya (hari ini) akan disampaikan lebih lanjut bagaimana perkembangan atau penanganan perkara yang terkait dengan pelarangan ke luar negeri terhadap Taufik Kurniawan," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 29 Oktober 2018.
 
KPK seharusnya sudah memutuskan status hukum Taufik kemarin, namun penundaan penetapan status hukum ditunda karena Indonesia sedang berduka terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT610.
 
"Ada suasana bela sungkawa yang saya kira perlu kita hormati. Karena banyak sekali korban yang berasal dari instansi-instansi pemerintah ataupun dari masyarakat yang ikut dalam penerbangan," imbuh Febri
 
Berdasarkan pertimbangan, pengumuman kepastian hukum Taufik akan dilakukan siang ini. Namun, Febri enggan menjelaskan apakah status Taufik menjadi tersangka.
 
"Disimak saja, karena selengkapnya akan kami sampaikan besok (siang ini). Apa isinya tentu saja belum bisa diinformasikan sekarang," pungkasnya.
 
Sebelumnya, KPK melalui Ditjen Imigrasi Kemenkumham mencegah Taufik bepergian ke luar negeri. Belum diketahui penyebab dari pencekalan tersebut termasuk keterkaitan Taufik dalam kasus Kebumen.
 
Namun, Taufik sempat diperiksa dalam persidangan kasus dugaan korupsi dengan terdakwa pengusaha asal Kebumen, Khayub Muhammad Lutfi. Ia bersaksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu, 4 Juli 2018.
 
Taufik juga pernah diperiksa KPK dalam pengembangan kasus dugaan suap proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pada APBN 2016 senilai Rp100 miliar. Pemeriksaan dilakukan karena Taufik diduga mengetahui ihwal pengurusan anggaran itu.

Baca: KPK Cegah Taufik Kurniawan ke Luar Negeri

Dalam persidangan, Bupati nonaktif Kebumen Yahya Fuad menyebut Taufik menerima uang Rp3,7 miliar. Uang itu berkaitan pengalokasian DAK untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN.


Yahya juga mengaku telah dua kali bertemu Taufik di Semarang dan Jakarta. Ada kewajiban 5 persen yang harus diberikan jika DAK Rp100 miliar cair. Fee diberikan dua kali melalui orang suruhan Taufik.





(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id