Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Pengaruh Kelompok Jamaah Islamiyah Paling Kuat di Jabar

Nasional terorisme
Cindy • 16 Juli 2019 16:01
Jakarta: Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo membeberkan peta wilayah kekuatan kelompok teroris Jamaah Islamiah (JI). Kelompok itu paling kuat pengaruhnya di Jawa Barat.
 
"(di Jabar) pengaruhnya cukup signifikan. Lalu di Jawa Tengah dan sebagian di Jawa Timur," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.
 
Dedi menambahkan kelompok JI juga berkembang di luar pulau Jawa seperti Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi. Namun, pengaruhnya masih sedikit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka ini bisa menembus hingga ke Papua Barat," ungkap Dedi.
 
Polisi mengungkapkan pimpinan JI, PW memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk membiayai jaringan terorisnya. PW memiliki usaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan dan Sumatra.
 
"Perkebunan sawit itu menghasilkan uang untuk membiayai aksi, membiayai organisasi, dan membiayai gaji daripada pejabat atau orang di dalam struktur Jaringan JI," beber Dedi, Senin, 1 Juli 2019.
 
(Baca juga:Teroris Jamaah Islamiyah Bangun Koneksi ke Parpol)
 
Dedi menuturkan pejabat di dalam struktur jaringan JI digaji Rp10 juta sampai Rp15 juta per bulan. Mereka aktif membangun ekonomi, merekrut peserta, dan membuat pelatihan untuk membangun khilafah di Indonesia.
 
PW pernah memberangkatkan enam kelompok anggotanya untuk pelatihan di Suriah. Dana yang dibutuhkan untuk keberangkatan tersebut diambil dari hasil perkebunan kelapa sawit.
 
Untuk itu, Polri membekuknya sebelum cita-cita kelompok JI terpenuhi. Saat ini, kepolisian masih mendalami lokasi perkebunan kelapa sawit serta perusahaan milik PW.
 
Selain menangkap PW, Densus 88 Antiteror Polri menangkap tersangka teroris berinisial MY, BS, A, dan BT. PW, MY dan BS ditangkap pada Sabtu, 29 Juni 2019, sekitar pukul 06.12 WIB, di sebuah hotel di Jalan Raya Kranggan Nomor 19, Jatiraden, Bekasi, Jawa Barat.
 
A ditangkap di Perumahan Griya Syariah, Blok G, Kebalen, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 30 Juni 2019, sekitar pukul 11.45 WIB. Sementara itu, BT alias Haedar alias Feni alias Gani ditangkap di hari yang sama sekitar pukul 14.15 WIB di Pohijo, Sampung, Ponorogo, Jawa Timur.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif