Djoko Tjandra (rompi oranye) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma/Medcom.id/Kautsar.
Djoko Tjandra (rompi oranye) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma/Medcom.id/Kautsar.

Djoko Tjandra Bakal Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Zaenal Arifin • 31 Juli 2020 06:00
Jakarta: Buronan kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra ditangkap di Malaysia dan dipulangkan ke Indonesia. Djoko nampak bugar saat dibawa ke Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.
 
"Ya rekan-rekan bisa lihat, nanti kita cek lagi (kesehatannya)," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis 30 Juli 2020 malam.
 
Pemeriksaan berkaitan dengan pengakuan kuasa hukum Djoko, Andri Putra Kusuma. Andri menyebut kliennya sakit dan tak bisa menghadiri sidang permohonan peninjauan kembali (PK) di Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak empat kali Djoko mangkir karena menjalani pengobatan di Malaysia. Pertama yakni pada sidang permohonan PK perdana, Senin, 29 Juni 2020. Selanjutnya pada Senin, 6 Juli 2020, 20 Juli 2020, dan 27 Juli 2020.
 
"Klien kami masih belum pulih. Berikut saya sampaikan kembali dan juga ada surat yang ditujukan pada majelis," kata Andri Putra Kusuma saat sidang PK di PN Jaksel, Senin, 20 Juli 2020.
 
Baca:Tiba di Indonesia, Djoko Tjandra Dikirim ke Bareskrim
 
Djoko Tjandra pernah ditahan Korps Adhyaksa pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000. Namun dalam persidangan, hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memutuskan Djoko bebas dari tuntutan.
 
Pengadilan menganggap kasus ini bukan perkara pidana, melainkan perdata. Kejaksaan mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap vonis Djoko ke Mahkamah Agung (MA) pada Oktober 2008. MA memvonis hukuman Djoko dua tahun penjara dan harus membayar Rp15 juta.
 
Uang milik Djoko di Bank Bali Rp546,166 miliar dirampas negara. Imigrasi juga mencegah Djoko.
 
Namun, Djoko kabur dari Indonesia ke Port Moresby, Papua Nugini, pada 10 Juni 2009, sehari sebelum MA mengeluarkan putusan. Kejaksaan kemudian menetapkan Djoko sebagai buronan.
 

(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif