Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Terdakwa Pemotongan Kapal Terancam 4 Tahun Bui

Nasional penipuan kasus penggelapan
Wibowo Sangkala • 10 September 2020 13:13
Jakarta: M Shiddik, pemilik perusahan pemotongan kapal PT Sulung Mandiri, terancam mendekam di penjara selama empat tahun. Ia didakwa melakukan penipuan terhadap Hari Putra Joseph senilai Rp2 miliar dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.
 
Dalam dakwaannya, JPU Kejari Jakarta Pusat Priyo W mengatakan awalnya pada 2011 M Shiddik mendatangi Hari Putra Joseph untuk menggadaikan dokumen Kapal TB Patih 1 atau dokumen Gross Akte. Akte dengan nomor pendaftaran kapal No:2279 tertanggal 16 Februari 2004 itu digadaikan senilai Rp2 miliar di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.
 
"Terdakwa M Shiddik pada 2011 mendatangi saksi untuk menggadai dokumen kapal," kata JPU kepada Majelis Hakim dalam sidang yang digelar secara online di PN Jakarta Pusat, Rabu, 9 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Priyo, setelah dokumen kapal itu digadaikan, pada akhir 2012 terdakwa tanpa seizin Hari Putra membawa kapal tersebut ke lokasi pemotongan kapal di Pelabuhan Kali Baru, Tanjung Priok. "Awal 2013, kapal TB Patih 1 dilakukan pemotongan untuk dijadikan scrap oleh terdakwa M Shiddik," ujarnya.
 
Mengetahui kapal TB Patih dipotong oleh M Shiidik, pemegang dokumen kapal meminta pertanggungjawaban. Terdakwa kemudian memberikan uang hasil penjualan kapal senilai Rp300 juta kepada Hari Putra Joseph.
 
"Terdakwa memberikan uang Rp300 juta dengan cara ditransfer ke rekening BCA milik saksi, untuk membayar bunga telat pembayaran pinjaman," ujarnya.
 
Baca:Bos Pemotongan Kapal Dilaporkan Terkait Penggelapan
 
Pada 2019 Hari Putra Joseph melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya dengan laoporan Polisi:LP/5452/VIII/2019/PMJ/Dit. Reskrimum, tanggal 31 Agustus 2019.
 
"Hingga saat ini terdakwa belum membayarkan utangnya sebagaimana yang dijanjikan kepada saksi. Atas dasar itu saksi mengalami kerugian Rp2 miliar," jelasnya.
 
Priyo menegaskan atas perbuatannya itu M Shiddik di dakwa pasal penipuan dengan ancaman kurungan penjara maksimal empat tahun kurungan. "Terdakwa bersalah sebagaimana dalam Pasal 378 KUHP jo 372 KUHP," tegasnya.
 
Di luar persidangan, korban Hari Putra Joseph mengatakan terdakwa telah melakukan pemotongan tanpa seizinnya, yakni selaku pemegang dokumen kapal. Apalagi untuk perizinan pemotongan kapal harus disertai dokumen tersebut.
 
"Syarat pemotongan kapal itu harus ada penghapusan nama kapal dan itu harus dilengkapi dokumen gross akte," jelas dia.

 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif