NEWSTICKER
Ilustrasi Jiwasraya. Foto: MI Ramdani
Ilustrasi Jiwasraya. Foto: MI Ramdani

Kejagung Gandeng Ditjen Pajak Kejar Aset Luar Negeri Tersangka Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Kautsar Widya Prabowo • 21 Februari 2020 09:03
Jakarta: Kejaksaan Agung menggandeng Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan mengusut aset milik tersangka kasus korupsi gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di luar negeri.
 
"Karena dia ada kerja sama dengan direktorat pajak yang ada di luar negeri," ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Februari 2020.
 
Febrie menyebut kerja sama ini lebih efektif menguak aset milik tersangka. Ketimbang, mengusut secara internal oleh penyidik Kejagung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau menggunakan (Ditjen Pajak), jalurnya lebih cepat. Karena dia sudah terbiasa. (Kerja sama internasional) lebih banyak, dibandingkan kita," beber dia.
 
Kejagung Gandeng Ditjen Pajak Kejar Aset Luar Negeri Tersangka Jiwasraya
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
 
Korps Adhyaksa akan membeberkan negara-negara yang terindikasi menjadi lokasi perputaran uang dari kasus yang merugikan negara Rp17 triliun itu. Data aset tersangka terus didalami oleh Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
 
"Sistemnya bertahap, yang penting ada kemajuan," kata dia.
 
Kejagung menetapkan enam tersangka terkait kasus korupsi gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka ialah Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; dan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim.
 
Selanjutnya, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartoni Tirto. Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.
 
Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif