Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dok. Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dok. Polri

Kasus Pelecehan Seksual Istri Ferdy Sambo, Kapolri: Semua Terbuka Saat di Pengadilan

Siti Yona Hukmana • 09 Agustus 2022 21:57
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo belum mau membebekan ada atau tidak peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) kepada istri Irjen Ferdy Sambo. Dia memastikan peristiwa itu akan terbuka saat kasus pembunuhan Brigadir J masuk ke pengadilan.
 
"Saya kira ini sifatnya sangat teknis dan menjadi materi bagian dari penyidikan yang akan dipertanggungjawabkan ke pengadilan. Jadi, supaya semuanya terang benderang pada saat proses di persidangan," kata Listyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Agustus 2022.
 
Listyo yakin pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J ini dapat menyenangkan hati masyarakat. Beberapa fakta yang terungkap ialah tidak ada baku tembak antara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (E) dan Brigadir J, serta penembakan atas perintah Irjen Ferdy Sambo. 
 
"Namun, paling tidak secara garis besar apa yang jadi pertanyaan publik selama ini tentunya sudah kita jawab," ungkap Listyo. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Irjen Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia langsung ditahan, namun tempatnya belum dipastikan apakah di Rumah Tahanan (Rutan) Brimob atau Rutan Bareskrim Polri. 
 
"Posisi Irjen FS saat ini di patsus (tempat khusus) di Rutan Brimob. Nanti (tempat tahanan) akan diputuskan setelah pemeriksaan beliau sebagai tersangka," ujar mantan Kabareskrim Polri itu.
 

Baca: Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Pihak Ferdy Sambo Siapkan Langkah Hukum


Selain mantan Kadiv Propam Polri itu, Bareskrim Polri telah menetapkan Bharada E, Bripka Ricky Rizal (RR), dan KM alias Kuat sebagai tersangka. Bharada E dan RR merupakan ajudan Sambo, sedangkan KM merupakan asisten rumah tangga (ART) sekaligus sopir Putri Candrawathi, istri Irjen Sambo. 
 
Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. 

 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif