Ilustrasi medcom.id
Ilustrasi medcom.id

Kantongi Motif Pembunuhan Brigadir J, Mahfud: Hanya Boleh Didengar Orang Dewasa

Patrick Pinaria • 10 Agustus 2022 11:21
Jakarta: Teka teki mengenai motif pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) mulai terungkap. Motif pembunuhan dinilai sensitif.
 
Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD
 
"Biar dikonstruksi hukummya, karena itu sensitif, mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahfud mengibaratkan proses penegakan hukum di Polri, seperti perempuan hamil yang mengalami kesulitan dalam melahirkan, sehingga harus dilakukan operasi caesar.
 
"Malam ini Kapolri berhasil mengeluarkan bayinya dalam kasus kriminal, yaitu Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus skenario yang memerintahkan pembunuhan mungkin berencana," ujar dia.
 
Menurut Mahfud, kesulitan yang dialami internal Polri adalah adanya fenomena psikopolitis dan psikohierarki.

Irjen Pol Ferdy Sambo jadi otak pembunuhan


Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Mantan Kadiv Propam Polri itu disebut sebagai otak pembunuhan Brigadir J
 
Baca: Alasan Bharada E Ditunjuk Irjen Sambo Tembak Brigadir J Didalami

Listyo belum bisa bicara banyak mengenai motif pembunuhan Brigadir J. Ia memastikan Tim Khusus (Timsus) yang dibentuknya masih terus bekerja untuk mendalami.
 
"Motif dilakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan Ibu Putri (Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo)," ujar Listyo.
 
Timsus juga akan meminta keterangan ahli untuk membuat kasus ini semakin terang. Dia berjanji membeberkan hasil kerja Timsus kepada publik.
 
"Ini bagian yang harus dituntaskan," ujar dia.
 
Dengan penetapan Ferdy Sambo ini, total tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J menjadi empat orang. Sebelumnya, polisi menetapkan tiga tersangka seperti Bharada E, KM dan Bripka Ricky Rizal (RR).
 
Keempat tersangka memiliki perannya masing-masing dalam kasus ini. Bharada E yang melakukan penembakan. KM dan Bripka RR yang membantu hingga terjadi peristiwa penembakan. Sedangkan, Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan hingga membuat skenario agar terlihat sebagai peristiwa baku tembak. 
 
Atas peristiwa ini, Ferdy Sambo dan anak buahnya disangkakan melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Ancaman pidananya maksimal hukuman mati.
 
(PAT)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif