Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron/Medcom.id/Candra Yuri
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron/Medcom.id/Candra Yuri

KPK Ulik Dugaan Pencucian Uang di Kasus Pembangunan Dermaga Sabang

Candra Yuri Nuralam • 17 Agustus 2022 19:27
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita pom bensin terkait dugaan rasuah pembangunan Dermaga Sabang dengan terdakwa korporasi PT Nindya Karya dan Tuah Sejati. Penyitaan pom bensin itu diyakini bisa membuka pintu pengusutan tindak pidana pencucian uang (TPPU) karena hasil dugaan korupsi sudah berubah bentuk.
 
"Kami kemudian akan melanjutkannya atau menggabungkannya dengan TPPU," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Agustus 2022.
 
Ghufron mengatakan perubahan aset hasil korupsi merupakan tindakan pencucian uang. Pengusutan kasus baru di dugaan korupsi pembangunan Dermaga Sabang itu diyakini bisa memaksimalkan pemulihan aset negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk mengembalikan atau me-recovery aset akibat kejahatan korupsi tersebut," ujar Ghufron.
 

Baca: Kasus Dermaga Sabang, PT Tuah Sejati Dituntut Setor Keuntungan SPBU ke KPK


KPK menyita aset milik PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati senilai Rp25 miliar. Aset yang disita yakni pom bensin di Desa Gampoeng Pie, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.
 
"Perkara dengan terdakwa korporasi PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati saat ini masih pada tahap persidangan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 16 Agustus 2022.
 
Ali mengatakan pom bensin itu memiliki luas 263 meter persegi. KPK juga menyita peralatan dan sarana pendukung di pom bensin itu.
 
Dalam kasus ini PT Nindya Karya KPK dituntut dengan pidana denda Rp900 juta dan uang pengganti Rp44,6 miliar. Sementara itu, PT Tuah Sejati dituntut dengan pidana denda Rp900 juta dan uang pengganti Rp49,9 miliar.

 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif