Polri Cekal Pembobol Kasus SNP Finance

Dian Ihsan Siregar 27 November 2018 07:14 WIB
penipuan
Polri Cekal Pembobol Kasus SNP Finance
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Foto: Dokumen Metro TV
Jakarta: Mabes Polri telah mencekal Leo Darwin agar tidak kabur ke luar negeri terkait kasus pembobolan 14 bank yang diduga dilakukan DNP Finance dan merugikan negara hingga Rp14 triliun. Leo Darwin merupakan merupakan pemegang saham di PT SNP Finance.

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan langkah pencekalan Leo Darwin dengan merangkul Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi. Kepolisian juga telah menerbitkan status DPO untuk Leo Darwin yang merupakan anak kandung dari Leo Chandra.

"Kami sudah terbitkan DPO untuk buronan itu. Selain itu, kami juga sudah minta bantuan kepada Ditjen Imigrasi untuk pencegahan dan memonitor pintu keluar masuk," ucap Dedi di Menara 165, Jakarta, Senin, 26 November 2018.


Kini, Dedi bilang, belum ada tersangka baru atas kasus SNP Finance. Perkara SNP sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, hanya menunggu berkas para tersangka untuk dinyatakan sudah lengkap (P21).

"Kini belum ada tersangka baru, berkas sudah masuk tahap pertama. Kemarin yang pertama dikembalikan oleh kejaksaan dan sudah disempurnakan, tinggal P21," jelas Dedi.

Tim penyidik telah menetapkan tujuh orang tersangka yaitu DS selaku Direktur Utama SNP Finance, AP selaku Direktur Operasional SNP Finance, RA Direktur Keuangan SNP Finance, dan CDS Manager Akuntansi SNP Finance.

Kemudian AS Asisten Manager Keuangan SNP Finance, Leo Chandra selaku pemegang saham SNP Finance, dan Leo Darwin yang kini menjadi buronan kepolisian.

SNP Finance mengajukan pinjaman fasilitas kredit modal kerja dan kredit rekening koran kepada Bank Panin pada periode Mei 2016-September 2017. Plafon kredit yang diajukan sebesar Rp425 miliar dengan jaminan daftar piutang pembiayaan dari konsumen Columbia. Pada Mei 2018, terjadi kredit macet sebesar Rp141 miliar.

Tak hanya Bank Panin yang menjadi korban, SNP Finance juga mengajukan kredit serupa kepada 13 bank lain. Bank dimaksud adalah beberapa bank BUMN dan sejumlah bank swasta.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id