Karopenmas Divisi Humas Polri, Dedi Prasetyo. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)
Karopenmas Divisi Humas Polri, Dedi Prasetyo. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)

Hoaks Server KPU Bermotif Uang

Nasional pilpres 2019 pemilu serentak 2019 hoax
Ilham Pratama Putra • 10 April 2019 14:28
Jakarta: Dua tersangka buzzer hoaks server Komisi Pemilihan Umum (KPU), EW dan RD ditangkap. Setelah diselidiki, aksi yang dilakukan keduanya bermotif uang.
 
"Dia (EW) juga kirim ke aplikasi Babe, ternyata di aplikasi Babe dapat respons banyak dari pembaca. Dapat dia Rp3,5 juta dari hasil kiriman berita tersebut," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu 10 April 2019.
 
Buzzer RD dan EW termakan video hoaks server KPU yang telah di-setting untuk memenangkan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Keduanya mengaku tindakan mereka atas dasar spontanitas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lebih kepada spontan saja. Ketika dia melihat video itu, tanpa konfirmasi dan verifikasi, dia anggap itu info yang benar," kata Dedi.
 
Baca juga: People Power Amien Tak Akan Didukung Masyarakat
 
Selain itu, EW dan RD juga menyebarkan video tersebut lewat media sosial. Saat memviralkan video tersebut, EW dan RD bahkan menambahkan narasi tentang menangnya paslon 01 dengan persentase 57 persen.
 
"Karena dia anggap (hal itu benar), dia tambah lagi narasinya, kemudian diviralkan. EW dia viralkan dengan akun Twitter-nya, kemudian RD dia viralkan melalui akun Facebook-nya," kata Dedi.
 
Diketahui EW memiliki banyak pengikut di akun Twitter @ekowBoy. Dia ditangkap di Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu, 6 April pukul 02.30 WIB.
 
Sedangkan RD yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ditangkap di kediamannya kawasan Tanjung Karang, Bandar Lampung, Minggu, 7 April pukul 07.00 WIB.
 
Atas perbuatan tersebut, mereka dijerat dengan berlapis, yaitu Pasal 14 ayat 3 dan Pasal 14a ayat 2 juncto Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan terancam hukuman penjara selama 4 tahun.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif