Bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (kiri) saat bersaksi untuk terdakwa Eni Maulani Saragih - Medcom.id/Damar Iradat.
Bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (kiri) saat bersaksi untuk terdakwa Eni Maulani Saragih - Medcom.id/Damar Iradat.

Kotjo Sebut Novanto Berjasa dalam Proyek PLTU Riau-I

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Damar Iradat • 18 Desember 2018 14:51
Jakarta: Bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo mengaku berencana memberikan fee sejumlah US$6 juta (setara Rp91,1 miliar) kepada mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. Uang itu rencananya diberikan setelah Novanto berjasa mengenalkan Kotjo ke Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir.
 
Hal tersebut diungkap Kotjo saat bersaksi untuk terdakwa Eni Maulani Saragih dalam kasus suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-I di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. Kotjo mengaku rencana pemberian uang tidak hanya terkait bantuan Novanto mengenalkannya dengan Sofyan Basir.
 
"Beliau (Novanto) selalu membantu macam-macam. Dia sering mencarikan jalan keluar, mengenalkan orang," ungkap Kotjo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengaku, kalau saat itu Novanto tidak mengenalkannya kepada Sofyan Basir, mungkin saja perusahaannya batal menggarap proyek PLTU Riau-I. Kendati begitu, Kotjo mengklaim, saat itu Novanto tidak secara langsung mengenalkan dengan Sofyan.
 
Baca juga:Penyelidikan Baru Menyasar Sofyan Basir
 
Saat pertama kali meminta bantuan, menurut Kotjo, Novanto menginstruksikan agar dirinya membuat surat yang ditujukan langsung kepada Sofyan. Ia juga dikenalkan kepada Eni yang nantinya kerap memfasilitasi pertemuan antara Kotjo dan Sofyan.
 
"Ini kan dia mengenalkan dengan Sofyan Basir. Karena beliau saya bisa diterima oleh Sofyan Basir. Kalau tidak dikenalin mungkin saya tidak akan diterima dalam proyek ini," tutur dia.
 
Dalam persidangan, jaksa sempat mencecar Kotjo soal daftar nama pihak yang bakal mendapatkan jatah 2,5 persen dari proyek senilai USD900 juta itu. Salah satu pihak yang tercantum dalam daftar tersebut yakni Novanto.
 
Baca juga:Sofyan Basir Tunjuk Langsung PT PJBI Garap PLTU Riau-I
 
Dalam catatan tersebut, Novanto mendapatkan jatah fee USD6 juta sama seperti dirinya. Sementara pihak lain mendapatkan lebih sedikit dari jatah fee tersebut.
 
Kotjo beralasan, Novanto mendapatkan jatah yang sama karena ia dan Novanto sudah saling mengenal selama 30 tahun. Rencana pemberian uang itu juga menurutnya sebagai bentuk apresiasi kepada Novanto.
 
"Kita berteman selama 30 tahun, (rencana pemberian uang) saya ingin apresiasi saja," pungkas dia.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif